BANGKALAN, Kamis (24/01/2019) suaraindonesia-news.com — Wujud kepedulian dan apresiasi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bangkalan pada kemajuan daerah, mereka datangi Kantor Pemerintah setempat menemui bupatinya secara langsung untuk menyampaikan beberapa hasil pengamatan, saran serta mendapat tanggapan dari kepala daerahnya.
Bersama puluhan anggota massanya Arif Komarudin selaku korlap melakukan aksi unjuk rasa dihalaman Gedung Kantor Bupati Bangkalan dengan membawa catatan seratus hari kerja paska pelantikan bupati terpilih pada 24 September 2018 yang lalu dengan berisi beberapa poin janji yang sudah dan belum terealisasi serta saran untuk dilaksanakan pada Pemerintah Bangkalan yang baru dipimpin oleh pasangan RKH Abdul Latif Amin dan Drs. H Mohni MM.
“Kami hadir karena kepedulian, datang untuk menyampaikan apresiasi, usulan serta rekomendasi dan pertimbangan dengan memberikan usulan dan koreksi.” Kata Baijuri Alwi disela berlangsungnya demo pada Kamis (24/01) siang.
Menurut PMII Cabang Bangkalan yang dituangkan pada selebaran Press Release dengan judul ‘seratus hari kerja bupati bisa apa?’ tersebut dari empat poin janji kampanye yang sudah direalisasikan melahirkan delapan poin masukan.
Menanggapi hal tersebut Ra Latif Bupati Bangkalan menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mengawal setiap program pemda Bangkalan secara berkelanjutan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Lalu perlu juga kami juga masukan selain a kami sendiri kerjasama dengan beberapa a ormas entah itu NU atau a lainnya agar dan juga simpatik tentunya a pertiga bulan ini penerima insentif baik guru madin dan guru ngaji ini didata kembali karena takut sewaktu-waktu diantara mereka sudah a pindah dari Bangkalan entah ke Jakarta atau diluar maduralah atau menjadi TKI atau TKW tapi tetap mendapat insentif, a ini diantaranya yang kami harus terus bekerja keras mengevaluasi penerima insetif tersebut.” terangnya dengan menggunakan megaphone dihadapan demonstran sambil duduk bersama.
Mengenai penerbitan SK Posko Terpadu penyelamatan pertama korban kecelakaan yang akan ditempatkan di akses suramadu bagian madura Ra Latif menyatakan sudah namun pihaknya akan mengumumkan saat semunya sudah final.
Reporter: Anam
Editor: Amin
Publisher: Imam












