Suara Indonesia-News.Com, Lumajang – Habib Hadi Zaenal Abidin Anggota MPR RI salah seorang Politisi Handal Partai Kebangkitan Bangsa, yang berhasil menduduki kursi MPR RI melalui Dapil Lumajang – Jember Jawa Timur, Senin (2/3/15) blusukan ke pelosok desa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tepatnya Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjanjang dalam rangka jaring aspirasi dan dengar pendapat dengan masyarakat terkait 4 pilar Kebangsaan.
Dalam pelaksanaan jaring aspirasi masyarakat Habib Hadi Zaenal Abidin juga bekerja sama dengan Tokoh Agama setempat yaitu Ustad Miftah pengasuh Madrasah Diniyah Miftahul Ulum Grobogan Kecamatan Kedungjanjang, Camat Kedungjanjang, Komandan Koramil, Kapolsek dan Kepala Desa Setempat.
Acara dengar pendapat dimulai sejak pukul 08.30 WIB dihadiri oleh 200 peserta bertempat di Gedung Serbaguna Kedungjanjang.
Dipilihnya Desa tersebut, menurut Habib Hadi Zaenal Abidin karena merupakan daerah yang perlu dikokohkan tenttang wawasan kebangsaannya, selain itu juga karena daerah tersebut merupakan daerah pemilihan (dapil) dimana Habib Hadi menduduki kursi MPR. Oleh karena itu Habib Hadi merasa bertanggung jawab atas pemahaman 4 Pilar Kebangsaan secara kokoh kepada masyarakat setempat.
Pada sesi pertama acara, Habib Hadi Zenal Abidin mendengarkan aspirasi, pertanyaan dan pendapat terkait 4 Pilar Kebangsaan dari para peserta (masyarakat yang hadir). Para peserta begitu antusias menyampaikan pertanyaan tentang 4 Pilar Kebangsaan, diantaranya yang dipertanyakan adalah: 1). Apakah benar Pancasila merupakan sebuah Pilar? 2). Benarkah 4 pilar Kehidupan berbangsa dan bernegara telah menjadi tuntunan wajib bagi masyarakat Indonesia? 3). 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara harus dipahami benar oleh seluruh warga Negara Indonesia. Bagaimana kita bias menilai bahwa 4 Pilar ini benar-benar telah diamalkan oleh seluruh warga?
Menanggapi pertanyaan masyarakat tersebut Habib Hadi Zaenal Abidin mengatakan, bahwa benar “Pancasila merupakan Pilar bagi Bangsa dan Negara Indonesia dan merupakan tuntunan wajib bagi warga Negara Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”, terangnya.
Habib Hadi Zaenal Abidin dalam menanggapi pertanyaan masyarakat terkait 4 Pilar tersebut juga mengatakan, karena kondisi Negara yang belum bisa menyelesaikan banyak persoalan mendasar di Negara ini, seperti masih tingginya angka Kemiskinan dan Pengangguran karena kurang terciptanya lapangan pekerjaan, Korupsi yang merajalela diberbagai instansi Pemerintahan dan Lembaga Negara sungguh membuat hati menjadi miris. Sementara rakyat yang miskin terus berjuang untuk mempertahankan hidupnya, sehingga masyarakat cenderung mulai apatis dan tidak percaya, kata Habib.
Dalam tanggapannya lebih lanjut Habib Hadi menyampaikan, dari itulah barangkali awal terkikisnya jiwa Nasionalisme. Disisi lain, para pemimpin tidak bisa dipercaya dan sibuk memperjuangkan kepentingan diri sendri dan kelompoknya. Oleh karena itu secara langsung maupun tidak langsung kita harus mengingatkan para elit dan para pemegang kekuasaan untuk menjadikan 4 Pilar ini sebagai Pilar untuk menyelenggarakan Negara, ucapnya menandaskan.
Bersamaan dengan acara tersebut para peserta dengar pendapat juga menyampaikan kepada Habib Hadi membahas terkait berita maraknya kasus tindak kejahatan, seperti jambret, curwan, curat, curas, begal dan tindak kejahatan lain pada akhir-akhir ini yang terjadi dimana-mana, sehingga membuat masyarakat merasa resah.
Menanggapi keresahan masyarakat terkait berita maraknya tindak kejahatan seperti jambret, begal, curwan, curat, curas dan lain-lain tersebut Habib Hadi Zaenal Abidin akan meminta kepada lembaga hukum terkait, seperti Kepolisian untuk lebih intensif dalam melakukan giat Patroli dan Razia, ujarnya menanggapi keresahan masyarakat tersebut. (Singgih).












