KEFAMENANU-NTT, Sabtu (24/02/2018) suaraindonesia-news.com – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kefamenanu, Yulius Metan saat dikonfirmasi media ini melalui komunikasi Watsapp sabtu (24/02) siang mengaku sangat kecewa dengan pernyataan Ketua DPRD TTU, Frengky Saunoah melaui media massa dan media sosial yang mengatakan bahwa Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh GMNI Cabang Kefamenanu kamis (22/02) di Gedung DPRD TTU terkait penolakan alokasi anggaran pembaguan ruas jalan Kukun-Maurisu oleh Pimpinan dan Anggota DPRD TTU sebesar Rp 16, 4 miliar sangat tidak cermat dan tendensius.
“Saya atas nama GMNI Cabang Kefamenanu sangat menyesali pernyaatan Ketua DPRD TTU, Frengky Saunoah yang menyantakan bahwa Aksi GMNI Kefamenanu terkait penolakan anggaran pembanguanan ruas jalan Kukun-Maurisu sangat tidak cerdas dan tendensius. Ini mencerminkan watak dan karakter seorang pimpinan DPRD TTU yang arogan dan tidak pro terhadap kepentingan rakyat. Semestinya sebagai wakil rakyat harus merespon substansi aspirasi yang dsampaikan untuk kesejahteraan masyarakat TTU bukan merendahakan Martabat GMNI dengan mengalihkan isu,” Tegas Metan.
“Kami tidak akan gentar dan mundur satu langkahpun dengan sikap Ketua DPRD TTU, Frengky Saunoah yang menilai perjuangan GMNI Cabang Kefamenanu sangat tendensius. Kami akan segera mengorganisir seluruh elemen pemerhati masalah sosial kemasyarakatan di Kabupaten TTU secara massif untuk melakukan advokasi dan investigasi terhadap modus penolakan usulan alokasi anggaran pembangunan jalan Kukun-Maurisu dengan anggaran 16.4 miliar oleh Pipinan dan Anggota DPRD TTU. Serta akan menurunkan massa aksi dalam jumlah yang lebih besar untuk menggugat keberpihakan DPRD TTU kepada masyarakat,” sambungnya.
Lebih lanjut Putra asal Desa Haumeni ini mengatakan bahwa, GMNI Cabang Kefamenanu secara tegas mengutuk pendapat akhir fraksi-fraksi di DPRD TTU yang menolak pembangunan jalan kukun-maurisu dengan anggaran 16.4 miliar serta akan terus membentuk opini secara massif kepada masyarakat untuk memberikan mosi tidak percaya kepada DPRD TTU.
Baca Juga: Lagi, Larantuka Diguncang Gempa Bumi
Untuk diketahui pada hari kamis (22/02/2018) lalu, GMNI Cabang Kefamenanu Menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD TTU guna mendesak Pimpinan dan anggota DPRD TTU untuk segera menyetujui usulan alokasi anggaran pembanguan ruas Jalan Kukun-Maurisu senilai Rp. 16,4 milir yang telah ditolak oleh sebagian besar pimpinan Fraksi DPRD TTU dalam sidang III tahun 2018 dan Dalam aksi tersebut GMNI juga mendesak Ketua DPRD TTU, Frengky Saunoah untuk segera menangalkan jabatannya karena dinilai keputusan yang diambil tidak berpihak pada rakyat kecil khusunya pembangunan ruas jalan Kukun-maurisu.
Menanggapi materi aksi tersebuat, Ketua DPRD TTU, Frengky Saunoah yang berhasil dikonfirmasi media ini melalui watsappnya belum lama ini mengatakan bahwa, aksi yang dilakukan oleh GMNI Kefamenanu itu tidak cermat dan tendensius sehingga tidak pantas untuk direspon.
“Tuntutan adik-adik GMNI itu sangat tidak cerdas dan sangat tendensius sehingga tidak layak untuk di respon,” Jawab Engky singkat.
Reporter : Yoko
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam












