Berita UtamaPeristiwa

Didik Haryanto, Menyayangkan Pemberitaan MaduraExpose Pembatik Labang Mesem Itu Bohong

×

Didik Haryanto, Menyayangkan Pemberitaan MaduraExpose Pembatik Labang Mesem Itu Bohong

Sebarkan artikel ini
didikmmm
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, M. Si bersama Didik Haryanto Saat Proses Pelelalangan Batik Tulis

SUMENEP, Suara Indonesia-News.Com – Didik Haryanto (33), pengrajin Batik Tulis Canteng Koneng Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengaku sangat menyayangkan pemberitaan yang sebelumnya diberitakan MaduraExpose, yang menyatakan batik yang di lelang melalui bupati sumenep di Gerai Wiraraja hanyalah kebohongan yang menyesatkan publik.

“Batik itu memang saya buatkan untuk saudara dayat, namun dikarenakan warna dasarnya ada kemiripan dengan warna batik labang mesem yang di pakai oleh pegawai PU Cipta Karya, dayat meminta untuk dibuatkan yang lain saja,” jelas Didik di Kantor Suara Indonesia, Selasa (20/1/2015).

Didik menambahkan, maka dari itu batik yang ada tidak diambil, sehingga saya pajang di Gerai untuk dijual Lagi,”imbuhnya.

“Kalau status batik itu, jelas masih kepunyaan canteng koneng, dayat sendiri jauh-jauh hari sebelum acara kemaren (di Gerai Pusat Oleh-oleh dan Cinderamata khas Kabupaten Sumenep,red), yang meminta untuk dibuatkan yang lainya saja,”paparnya.

Masih menurut Didik, Kalau ide pelelangan jelas dayat yang mengusulkan ke saya untuk disampaikan kepada bapak bupati, untuk dilelang dan hasilnya akan diberikan kepada yatim piatu dan fakirmiskin, pungkasnya.

Sementara Pemred MaduraExpose, saat mau dikonfirmasi wartawan suara indonesia yang dihubungi melalui hand phone (HP) genggamnya, tidak diangkat dan terdengar nada masuk.

Rahmat Hidayat, saat dikonfirmasi, membenarkan terkait pernyataan Didik Haryanto, saat ditemui dirumahnya. (zai/dik).

 

Ini Pemberitan asli yang sudah di tayangkan MaduraExpose :

Sumenep, MaduraExpose.com- Rahmat Hidayat (33) warga Desa Kolor, Kecamatan Kota, mengaku sangat menyesalkan pernyataan Didik Hariyanto, pembatik Labang Mesem yang telah mengklaim bahwa batik yang di lelang melalui bupati Sumenep di Gerai Wiraraja hanyalah kebohongan yang menyesatkan publik.

Dayat, panggilan akrab Rahmat Hidayat juga menyesalkan media Suara Indonesia yang dianggap telah melenceng dari kode etik jurnalistik.

“Suara Indonesia ini ngerti kode etik apa nggak sih. Sudah tahu batik yang dilelang dan laku Rp 3,5 juta itu punya saya, bukan milik Didik Hariyanto. Tadi semua wartawan Suara Indonesia hadir dan Pemrednya juga hadir, tapi kok beritanya tidak sesuai fakta”, ujar Rahmat Hidayat, warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (20/1/2015).

Dayat meminta Didik Hariyanto segera mengklarifikasi statmennya di media sekaligus meminta Pemred Suara Indonesia untuk meminta maaf selama 7 hari berturut-turut di medianya karena telah merugikan pihaknya.

“Saya minta saudara Didik pembatik Labang Mesem itu segera meluruskan pernyataannya. Dan saya juga minta Pemred Suara Indonesia segera meminta maaf secara tertulis dan menerbitkan di medianya selama 7 hari berturut-turut. Jika ini tidak dilakukan, saya akan mengambil langkah hukum”, imbuh Dayat mengancam.

Dayat mencurigai adanya pembelokan fakta berita karena Didik Hariyanto mengantongi Press Card Suara Indonesia.

“Pemberitaan Suara Indonesia tentang lelang batik itu sengaja dibelokkan. Setelah saya telusuri ternyata Didik wartawan SI, dia juga pegang press cardnya”, timpal Dayat.

Menurut Dayat, dirinya sengaja melelang batik miliknya dengan meminta bantuan Bupati Sumenep A.Busyro Karim karena uangnya akan diberikan kepada fakir miskin dan anak yatim.