ABDYA-ACEH, Kamis (28/12/2017) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) menggelar Bursa Inovasi Desa (BID). Acara tersebut dibuka langsung oleh wakil Bupati Abdya, Muslizar MT dihalaman kantor Bupati setempat.
Ketua panitia Kepala DPMP4K Abdya, Ruslan Adly,SP. dalam laporan mengatakan Bursa Inovasi Desa Abdya Tahun 2017 yang diikuti 500 peserta yang terdiri atas keuchik dan tuha peut masing-masing dari sembilan kecamatan Abdya serta Kegiatan ini didanai oleh sumber dana 20 persen dari DOK PPID masing-masing kecamatan dan dibebankan pada DIPA Dinas.
Tambahnya, surat keputusan mentri pusat Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) No 83 tahun 2017 tentang penetapan pengulangan umum program inovasi desa dan keputusan bupati Aceh barat daya No 502 tahun 2017 tentang pembentukan tim inovasi kabupaten Abdya.
Tujuan Bursa Inovasi Desa ini, katanya, untuk menjembatani kebutuhan pemerintahan desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.
“Jangan takut berinovasi selama tidak melanggar aturan. dengan ada inovasi di gampong, Insya Allah akan melahirkan gampong yang mandiri,” tegas Ruslan Adly.
Sementara Wabup, Muslizar. MT dalam sambutannya mengatakan, keucik dan Tuha peut adalah sebagai ujung tombak pemerintah ditingkatan desa-desa, dengan diselenggarakan Bursa Inovasi desa bisa melihat sebagaimana kemajuan dalam pengelolaan dana didesa lain dan ini bukan kegiatan seremoni saja.
“Bayangkan bila kita hambur-hambur anggaran untuk kegiatan study banding, hanya sekedar melihat-lihat kemajuan inovasi daerah lain, Itu sangat rugi, apakah didaerah kita tidak ada kekayaan alam,” tanya Wabup Muslizar.
Lebih lanjut, Wabup menyebutkan, bila dana tersebut diperdayakan untuk kegiatan kewirausahaan dan pariwisata, tentunya masyarakat diperdesaan lebih maju dalam bidang perekonomian.
Wabup Muslizar juga memgingatkan, kepada seluruh kepala desa dan tuha peut bahwa dana desa ini tidak selama-lamanya, berganti pimpinan sudah pasti juga berganti program.
“Uang negara itu harus di pergunakan sesuai dengan aturan dan jangan Main-main nanti dipertanggung jawabkan,” tegasnya.
Selanjutnya, wabup Muslizar juga mengajak untuk mamfaatkan dana gampong yang lebih berdampak kearah kesejahtraan rakyat, dan tidak ada lagi usulannya bangun jalan rambat buton, MCK. ”Untuk kegiatan Keagamaan juga ada,” sebutnya.
Lanjutnya, tahap pertama tahun 2018, dana desa diplotkan anggaran 10 persen untuk pemberdayaan ekonomi perempuan.
“Ngak usah banyak-banyak dulu kita akan lihat apakah nanti jadi modal buat ibu-ibu. Masa pilkada sudah usai dan nomor, tidak ada yang namanya kelompok-kelompok,” tutup Wabup Muslizar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri wakil bupati Abdya, Muslizar MT, ketua DPRK Zaman Akli S.sos,Kasdim 0110 mayor Inf Sutaryo, kapolres diwakili kompol Sopian, kajari Abdya diwakili kasi pidsus Irfan Hasyri, Para kapolsek, Danramil, Forkopimkab, sekda Drs,Thamrin,Para Asisten/Staf Ahli, kepala SKPK serta Camat dan ratusan Keuchik dan Tuha Peut, termasuk para pendamping desa.
Nazli, MD












