EkonomiRegionalTeknologi

Kopdit Obor Mas Dipercaya Salurkan KUR Rp.150 Miliar di Tahun 2018

×

Kopdit Obor Mas Dipercaya Salurkan KUR Rp.150 Miliar di Tahun 2018

Sebarkan artikel ini
dbdf
Genera Manger Kopdit Obor Mas bersama Manager

MAUMERE-NTT, Kamis (21/12/2017) suaraindonesia-news.com – Koperasi Simpan Pinjam dan Kredit (KSP/Kopdit) Obor Mas, Maumere (Sikka), ditetapkan Kementerian Keuangan RI untuk menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), senilai Rp.150 miliar pada tahun 2018. Penetapan itu, disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, saat kunjungannya di Maumere, Selasa(19/12).

Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM, didampingi Wakil Gubernur NTT, Benny A. Litelnoni, di Maumere, sehubungan dengan kegiatan peluncuran awal dana KUR untuk tahun 2017, sebesar Rp. 10 miliar, melalui Kopdit Obor Mas sebagai Penyalur. Dengan demikian, Kopdit Obor Mas, ditetapkan sebagai satu dari dua koperasi penyalur KUR di Indonesia, setelah koperasi simpan pinjam (KospinJasa) Pekalongan (Jawa Tengah).

Peluncuran (launching) KUR melalui Kopdit Obor Mas, secara simbolis dilakuakan Menteri Koperasi dan UKM kepada 10 orang anggota koperasi dengan besaran pinjaman Rp. 20 juta, per orang. Penyaluran dana KUR disesuaikan dengan persyaratan plafon pinjaman untuk usaha mikro, sebesar Rp. 5 juta hingga Rp. 25 juta.

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM NTT , Cosmas Lana,SH,M.Si, dihubungi lewat telpon, Kamis (21/12) malam, membenarkan kunjungan Menteri Koperasi dan UKM bersama Wakil Gubernur, Benny A. Litelnoni, guna melakukan peluncuran dana KUR yang disalurkan lewat KSP/Kopdit Obor Mas, Maumere. Kata Cosmas, Kopdit Obor Mas, telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Kementerian Keuangan sebagai penyalur KUR dengan sasaran usaha mikro, di tahun 2017.

Baca Juga: Sosialisasi Program, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Awak Media 

“Kopdit Obor Mas, memenuhi persyaratan sebagai sebuah koperasi yang sehat dengan omset Rp. 8 trilun, aset sebesar Rp. 412 miliar lebih dan jumlah anggota 134 ribu orang. Selain itu, Kopdit primer Obor Mas juga memiliki sistem online dengan nama Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dan pada tahun 2018 akan menyakurkan dana KUR senilai Rp. 150 miliar,” jelasnya.

Ditambahkan Cosmas, selain persyaratan tersebut, untuk menetapkan sebuah koperasi menjadi penyalur KUR, harus sepengetahuan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian persyaratan berikut, dijamin oleh lembaga penjaminan kredit daerah (PT Jamkrida) yang ditandai dengan adanya persetujuan dari Kementerian Keuangan terkait kerjasama dengan perusahan penjamin KUR.

“Ada banyak persyaratan bagi koperasi penyalur KUR, termasuk menilai prosentase kredit bermasalah (Non Performing Loan) harus berada dibawah lima persen. Juga sebuah koperasi harus memiliki kantor cabang dan satu kantor pusat, sehingga dapat menjadi sebuah koperasi penyalur KUR mikro dan KUR ritel,” ungkap Cosmas Lana.

Terkait itu, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, melalui pidatonya pada peringatan dan syukuran HUT NTT ke 59 tahu, menyinggung penetapan KSP/Kopdit primer Obor Mas, Maumere, sebagai satu dari dua koperasi di seluruh Indonesia penyalur KUR mikro. Gubernur, merasa bangga dengan kemajuan koperasi di provinsi NTT yang semakin menunjukan Identitas NTT sebagai provinsi koperasi.

Untuk diketahui, kunjungan Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, di Maumere, juga meluncurkan sejumlah aset Kopdit Obor Mas. Diantaranya, Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kopdit Obor Mas, peresmian Kantor Cabang Kopdit Obor Mas, di kecamatan Alok (Sikka) dan melaunching mobil pelayanan keliling sebanyak dua unit yang semuanya murni berasal dari modal Kopdit Obor Mas.

Reporter : Yoko
Editor : Panji Agira
Publisher : Tolak Imam