KARO, Senin (18/12/2017) suaraindonesia-news.com – Akhirnya, sosok laki-laki yang belakangan diketahui bernama Tua Parningotan Siboro (22) yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, Minggu (17/12/2017) lalu, pukul 12:00 WIB, didepan rumah warga, tepatnya di Kampung Jawa, Kelurahan Gung Negeri, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, dijemput keluarganya, di RSUD Kabanjahe, Senin (18/12/2017) sekira pukul 20:15 WIB.
Korban akan dibawa ke Desa Sumbul Pegagan Julu, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi untuk dikebumikan.
Awalnya, sosok mayat pemuda yang tak diketahui identitasnya ini, ditemukan warga tergeletak di depan rumah warga, di komplek Kampung Jawa.
Warga sempat heboh karena korban tidak dikenal dan tidak ditemukan identitasnya. Dengan ditemukannya sosok pemuda yang sudah tak bernyawa itu, wargapun langsung melapor ke polisi.
Tak lama kemudian, polisi tiba dilokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Kabanjahe untuk divisum.
Menurut informasi yang dihimpun, pertama kalinya korban ditemukan warga sudah tergeletak, di salah satu rumah warga. Dibagian punggung dan lehernya, ada bekas luka tikaman.
Kuat dugaan, korban tewas akibat dibunuh. Ada juga yang mengatakan, kalau korban tinggal atau ngekos, di Jalan Mariam Ginting, Gang Tarigan Kabanjahe.
“Korban bekerja sebagai tukang las, di salah satu bengkel,” ujar salah seorang warga.
Pantauan wartawan, tampak perasaan sedih terlihat diwajah orangtua korban dan keluarga ketika melihat Tua Parningotan Siboro terbaring kaku, di ruang instalasi jenazah rumah sakit.
“Tio akan kami bawa ke Sumbul Pegagan Dairi untuk dikebumikan. Sedangkan bapaknya, tinggal di Riau, Jalan Melur Gang Nenas No 138 Riau. Saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju Kabanjahe,” tutur Jonggur Siboro (44) yang mengaku paman korban didampingi beberapa keluarganya.
Dikatakannya, kedatangan mereka untuk menjemput Tio setelah dihubungi bapaknya agar melihat keadaan anaknya sebenarnya.
“Ternyata benar kalau korban ini anak abang saya. Kami sangat mengharapkan agar kasus ini secepatnya terungkap dan begitu juga pelakunya,” terangnya sambil menangis.
Sebelumnya, korban dinyatakan sebagai Mr X karena identitasnya tidak ditemukan. Begitu juga keluarganya tidak ada yang mengetahui.
Namun motif terkait penikaman yang mengakibatkan korban meninggal dunia, hingga saat ini belum diketahui, begitu juga dengan pelakunya. Karena disaat korban ditemukan terkapar di depan rumah warga, ada yang melihat korban berlari ke arah lahan pertanian warga, disekitar lokasi.
Menurut warga lainnya, korban sering mangkal di depan rumah aakit dan Simpang Enam.
“Saya sering lihat korban itu di depan RSU Kabanjahe dan kita menduga, bisa juga karena masalah asmara. Sebab ada wanita yang datang ke rumah sakit setelah korban meninggal. Wanita itu mengaku sebagai pacar korban, tetapi namanya saya tidak tau,” tukas Jonggur Siboro.
Reporter: Ius
Editor: Supanji












