ABDYA ACEH, Rabu (29/11/2017) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka membangun kesadaran terhadap kekerasan perempuan dan anak, Aliansi Peduli Perempuan dan Anak (ALPPERA) Aceh Barat Daya (Abdya) berinisiatif mengadakan diskusi terbuka untuk berbagai unsur terkait di kabupaten setempat.
“Kegiatan diskusi terbuka tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2017 mendatang di salah satu cafe di Blangpidie Abdya,” sebut Koordinator ALPPERA Abdya, Mardhiah kepada awak media disela-sela audensi dengan pihak DPRK Abdya, Rabu (29/11/2017).
Dijelaskan, kegiatan itu akan mengambil tema Perempuan Aceh Barat Daya Sadar Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan anak.
“Adapun tujuan diadakan diskusi terbuka tersebut adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap perempuan dan anak dalam menyelamatkan hak-hak kehidupan yang telah diatur dalam undang-undang perlindungan dan Hak Azazi Manusia (HAM),” jelas Mardhiah.
Menurutnya, perempuan dan anak perlu dilindungi dari setiap aksi kejahatan dan kekerasan serta menyelamatkan hak-hak mereka.
“Dalam diskusi itu nantinya dirancang dalam bentuk kegiatan testimoni dari korban yang mengalami kekerasan yang meliputi diskusi dan pemutaran film dengan adegan-adegan peragaan yang dialami perempuan,” terang Mardhiah.
Disebutkannya, Upaya ini akan terus kita lakukan, tentu perlu kerja sama dari segala unsur dan komponen masyarakan.
“Juga upaya penyelamatannya, serta menghadirkan narasumber dari Komisioner HAM Aceh,” tuntasnya.
Sememtara itu ,salah seorang anggota DPRK Abdya Dedi Suherman mengakui, pihaknya menyambut positif pelaksanaan tersebut. dan itu merupakan langkah upaya penyelamatan kaum lemah seperti perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.
“Kita sangat mendukung upaya yang dimotori ALPPERA ini, dengan adanya kegiatan seperti ini, angka kejahatan perempuan dan anak tidak ada lagi,” singkat Dedi Suherma. (Nazli/Jie)













