JEMBER, Rabu (15 November 2017) suaraindonesia-news.com – Program Satu-Desa Satu-Ambulance dimana Pemkab Jember menyediakan sebanyak 248 Ambulance untuk 248 Desa di Kabupaten Jember menuai pertanyaan besar dari warga yaitu apakah untuk menggunakan ambulance tersebut, dikenakan biaya atau gratis.
Kepala Dinas Kesehatan Jember, dr. Siti Nurul Qomariyah mengatakan bahwa penggunaan ambulance desa itu gratis.
“Gratis, siapapun dapat memanfaatkan Ambulance Desa, dengan catatan melalui mekanismes yang telah ditetapkan Dinkes Jember, kecuali memang kasus emergency, misalnya kecelakaan,” kata Kadinkes Jember, Selasa (14/11).
Dia menuturkan bahwa nantinya pelayanan untuk penggunaan Ambulance Desa ini akan dipusatkan di Dinas Kesehatan melalui JSC.
Baca Juga: Kadinkes Jember: Operasional Ambulance Desa Ditanggung Dinkes
“Kami akan launching Jember Safety Centre (JSC) dengan nomor call center (0331) 425222 seperti yang tertera di badan mobil Ambulance Desa,” ujar Kadinkes.
Masyarakat Jember yang membutuhkan layanan Ambulance, lanjut Nurul, bisa langsung menghubungi nomer tersebut, kemudian JSC akan menentukan apa yang harus dilakukan, apakah tindakan kedaruratan atau bisa langsung ditangani di tempat oleh tenaga kesehatan yang telah dipersiapkan.
“JSC menentukan langkah apa yang akan diberikan, apa itu memerlukan tindakan kegawatdaruratan yang memerlukan transportasi, bila bisa ditangani di tempat maka petugas kesehatan akan terjun ke rumah warga,” tambahnya.
Dan bila diperlukan rujukan maka pasien akan dibawa ke puskesmas induk untuk dilakukan pemeriksaan intens.
“Jika masih perlu penanganan lebih lanjut lagi, baru kita rujuk ke rumah sakit daerah di Kabupaten Jember,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, operasional Ambulance Desa ini, seperti Bahan Bakar, Perawatan Kendaraan serta supir, anggarannya dari Dinas Kesehatan Jember, sedangkan tenaga kesehatan yang disiapkan untuk Ambulance Desa akan diambilkan dari Tenaga Kesehatan yang ada di Pustu, Polindes atau Puskesdes. (Guntur/Jie)












