Peristiwa

Ditinggal Pergi, Toko Bangunan Dibobol Maling

Avatar of admin
×

Ditinggal Pergi, Toko Bangunan Dibobol Maling

Sebarkan artikel ini
unnamed

Reporter: Nun

BOJONEGORO, selasa (25/4/2017) suaraindonesia-news.com – Telah terjadi pencurian dengan modus mencongkel pintu pada hari Selasa (25/04/2017), kali ini menimpa Sofyan )45) warga Desa Batokan Rt 01 Rw 01 Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.

Kejadian tersebut bermulah dari hari Senin (24/04/2017) saat korban telah meninggalkan rumah hendak menjemput anaknya yang sekolah di Jombang, sesampainya di Jombang korban tidak langsung pulang ke Bojonegoro, melainkan langsung ke Kediri dan bermalam dirumah mertuanya, esok harinya baru pulang, sesampai dirumah sekira jam 7.30 wib, korban belum mengetahui kalau Rumah Toko (Ruko) yang ditempatinya sudah diacak-acak pencuri.

Korban baru tahu setelah mendapat laporan dari pembantunya kalau pintu belakang rumah ada bekas congkelan, sontak korban saat itu yang berada diruang tengah langsung lari ke belakang, melihat rumahnya ada yang tiak beres korban menuju kamar pribadinya, terkejut pintu kamarnya juga dicongkel dan didapati lemari yang berada dikamar sudah dalam keadaan acak – acakan, alhasil uang dan perhiasan sudah raib.

Sementara uang senilai Rp 45 jt dan perhiasan 30 gram yang senilai 7,5 jt ikut raib digondol pencuri.

“Uang tersebut semula mau dibayarkan sales material, berhubung sales waktu itu tidak datang akhirnya saya taruh dilemari makanya tidak saya setorkan di Bank,” tutur korban.

“Uang tersebut mau saya pakai bayar sales matrial makanya saya taruh durumah dan tidak saya masukkan ke Bank,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Kasiman, AKP HM. Ridwan saat dikonfirmasi suaraindonesia-news.com, membenarkan adanya pencurian dirumah korban, ditafsir kerugian materi mencapai Rp. 52.500.000 rupiah.

Sementara Kapolsek Kasiman bersama anggotanya masih menyelidiki dan mengumpulkan data dan memintai keterangan saksi – saksi.

“Ada dua saksi yang kami mintai ketengan dan yang tahu lebih dulu, yaitu sdri Watik (46), warga Desa Batokan, tak lain adalah pembantu korban dan Ruminah, warga Desa. Sidomukti Kecamatan Kasiman. Keduanya adalah pembantu korban sampai saat ini masih kami mintai keterangan guna untuk penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Menururnya, hingga saat ini pihaknya masih mendalami sampai sejauh mana kasus tersebut, apakah ada indikasi keterlibatan atau tidak. pungkasnya.