Kekalahan Bibit Akibat Mesin Partai Tak Jalan
Semarang, suaraindonesia-news.com – Lingkar Survei Indonesia menilai kekalahan pasangan Cagub Cawagub Bibit-Waluyo dikarenakan mesin partai yang tidak jalan. Padahal pada survei awal, pasangan ini sempat menempati urutan pertama dengan jumlah diatas 30 persen.
Manajer Riset Lingkar Survei Indonesia, Setia Darma mengatakan, selain tidak jalannya mesin politik, salah satu partai pendukung pasangan Bibit-Sudijono yakni Demokrat juga tengah dalam kondisi terobang – ambing. “Kita tahu, Demokrat juga masih dihatam oleh kasus korupsi Hambalang. Walaupun isunya kadang-kadang bergantian dengan isu Korupsi kuota impor sapi,”ujarnya.
Hasil Quick count lingkar survey Indonesia menunjukkan Pasangan Ganjar-Heru menang dengan raihan 49,33 persen, disusul pasangan Bibit-Sudijono dengan 30,11 persen dan pasangan HP-Don dengan 20,56 persen suara.
Menurut Setia Darma, mesin politik PDI Perjuangan berjalan lebih militan dibandingkan kedua pasangan calon. Kenaikan tingkat elektabilitas Ganjar-Heru terlihat pesat dalam seminggu terakhir. “Kita tahu bahwa Jawa Tengah saat ini menjadi basis kuat dari PDI Perjuangan. Disamping itu kita temukan fakta dilapangan bahwa DPP PDI Perjuangan memang mendorong para kadernya untuk bekerja maksimal,”ujarnya.
Setia Darma menambahkan, sikap fraksi PDI Perjuangan yang menolak kenaikan harga BBM juga menjadi salah satu faktor peningkatan perolehan suara pasangan Ganjar-Heru. “Walaupun di Bali kalah, tapi kita tahu bahwa PDI Perjuangan satu-satunya partai yang menolak kenaikan BBM. Itu juga menjadi salah satu faktornya,”ungkap Setia Darma.
Dalam survey lingkar Survey Indonesia jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya mencapai 52,69 persen. Dengan demikian angka golongan putih pada pilgub Jateng 2013 mencapai 47 persen lebih.
Reporter : okezone












