Reporter: Iran G Hasibuan
Bogor, Kamis 29/9/2016 (suaraindonesia-news.com) – Salah satu program yang digaungkan pemerintah Kota (Pemkot) Bogor adalah green city, Guna mendukung program tersebut (green city), Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bogor mengambil langkah cepat untuk menciptakan gagasan sebuah program yang diberi dengan nama kantor berbudaya lingkungan (Eco Office).
Untuk menjalankan rencana program tersebut BPLH akan mengawali ke instansi dan merambah ke semua perkantoran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kedepannya program tersebut akan bisa tembus keperkantoran swasta bahkan berharap hingga ke masyarakat,demikian dikatakan Kepala BPLH Irwan kepada Wartawan.
Dikatakan Irwan untuk saat ini instansinya mempersiapkan penerapan Eco Office yaitu sebuah program pemanfaatan sumber energi, diantaranya air dan listrik tuturnya. Harapan terbesar nantinya seluruh perkantoran sesuai dengan tata bangunan dan tata ruang berbudaya lingkungan terangnya.
“Misalnya, pemanfaatan pencahayaan dari sumber energi matahari di ruangan yang bermanfaat untuk mengurangi penggunaan listrik. Pemanfaatan lahan sempit untuk ruang terbuka hijau (RTH) dengan metode vertical Garden. Kalau bisa sumber energi terbarukan seperti solar cell itu lebih direkomendasikan,” ungkapnya.
Berkaitan dengan pengelolaan sampah, lanjut Irwan, pemilahan sampah dan juga membangun sumur resapan di lingkungan perkantoran. Paper list atau penghematan alat tulis kantor (atk) melalui pemanfaatan teknologi terlebih beberapa atk bisa didaur ulang,termasuk di program ini juga lebih menerapkan kawasan tanpa rokok.
Selain perkantoran di lingkungan Pemkot Bogor, Eco Office ini diterapkan di perkantoran swasta sampai nantinya bisa dicontoh oleh masyarakat.
“Intinya kita ingin mengembangkan manajemen kantor berbudaya lingkungan dengan penanggungjawab program bisa seorang kepala atau sekertaris OPD. Sebenarnya beberapa OPD sudah menerapkan program seperti ini, kita tinggal memperkuat saja, karena ini salah satu program pendukung untuk meraih Adipura juga,” terangnya.
Dijelaskan Irwan, untuk memperkuat program ini akan diterbitkan regulasinya berupa Peraturan Walikota (Perwali) tentang Pedoman Pelaksanaan Kantor Berbudaya Lingkungan. Untuk saat ini masih dalam tahap proses penyusunan draf Perwali dan akan diulas dengan melibatkan para pihak baik internal maupun eksternal termasuk bagian hukum Pemkot Bogor jelasnya.
Sementara di lingkungan kantor BPLH sendiri, sedang dilakukan penataan menuju Eco Office. Diantaranya dimulai membangun penangkap air hujan dan sumur resapan. Air hujan bisa dimanfaatkan selain untuk menyiram tanaman juga untuk mencuci kendaraan.” Lahan yang ada dipekarangan kantor dimanfaatkan menjadi RTH, bulan depan dibangun vertikal garden,” ungkapnya.
Ditambahkan Irwan, program Eco Office ini dibilang sangat sederhana, tapi jika terealisasikan oleh semua masyarakat di Kota Bogor,akan bisa menghemat energi dalam jumlah besar. “Tentunya jika berhasil, akan menjadi hal yang sangat membanggakan, baik bagi Pemkot Bogor, pihak swasta, maupun masyarakat Kota Bogor,” pungkasnya. Iran G Hasibuan












