Reporter : Adi Wiyono
Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Penutupan Taman wisata air terjun Coban Rondo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang hingga kini belum bisa beroperasi paska banjir bandang, lantaran kerusakan jalan serta infrastruktur lainya belum selesai dilakukan perbaikan.
Ironisnya, penutupan lebih dari 10 hari ini membuat pengelola wisata ini mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, moment hari imlek yang biasanya dirayakan di tempat yang udaranya sejuk dan pemandangan indah ini tidak bisa dinikmati oleh para wisatawan.
Parahnya lagi, penutupan yang diperkirakan hanya berlangsung satu minggu hingga sepuluh hari terpaksa harus diperpanjang karena kerusakan jalan dan beberapa fasilitas umum lainnya yang belum kunjung selesai diperbaiki.
Kepala Pengelola Wahana Wisata Coban Rondo Lesmono saat dtemui usai melakukan kerja bakti bersama warga, Selasa (9/2/2016) mengatakan karena parahnya kerusakan fasilitas umum yang belum selesai dilakukan perbaikan, pihaknya akan memperpanjang penutupan wana wisata Coban Rondo ini
“Semestinya wisata ini dibuka kembali untuk pengunjung, tetapi karena kerusakan yang begitu parah, sehingga tempat ini untuk sementara masih belum bisa beroperasi, jalan yang masih rusak, infrastruktur lainnya juga belum selesai” kata dia
Menurutnya, akibat perbaikan fasilitas di tempat tersebut belum selesei maka penutupan wana wisata coban rondo akan di perpenjang selama sepekan kedepan.
“Dengan perpanjangan penutupan wisata ini kami terus terang mengalami kerugian yang tidak sedikit, ini bisa mencapai ratusan juta rupiah terlebih lagi selama liburan Imlek tempat ini tidak beroperasi” keluhnya
Ia juga berkeinginan agar tempat wisata ini secepatnya bisa beroperasi, langkah yang dilakukan yakni dengan mengerahkan Sejumlah warga dan karyawan pengelola wana wisata coban rondo melakukan kerja bakti guna memulihkan fasilitas yang rusak setelah di terjang banjir bandang pada sepekan kemarin
Sementara itu Sarpa’i ketua Rw 5 dusun Sebaluh desa Pandesari, Kecamatan Pujon kabupaten Malang menyatakan jika warga berkeinginan sekali agar tempat wisata ini bisa dibuka kembali,
“Semua warga di dusun Sebaluh dikerahkan untuk memulihkan jalan yang rusak ini, selain jalan yang rusak, pipa saluran air dari PDAM rusak, masyarakat disini krisis air . dan juga melakukan perbaikan kerja bakti,” kata dia.












