Berita UtamaPeristiwa

Tim Sidak DPRK Abdya, Temukan Ratusan Ton Pupuk Tak Tersalurkan

32
×

Tim Sidak DPRK Abdya, Temukan Ratusan Ton Pupuk Tak Tersalurkan

Sebarkan artikel ini
jismiii
Jismi ketua tim sidak saat komunikasi dengan ketua komisi C Dprk Dedi Suherman terkait dengan temuan ratusan ton pupuk yang tak tersalurkan oleh dinasHutbun.

Reporter : Nazli MD

Blangpidie, Abdya – Suara Indonesia-News.Com – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) terperanggah. Penyebabnya, ketika melakukan inpeksi mendadak (Sidak) ke salah satu Gudang eks Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten setempat, pihaknya menemukan puluhan ton pupuk tersusun rapi.

Dalam sidak yang dipimpin wakil ketua DPRK Abdya, Jismi bersama anggota yang terdiri dari  Ketua Komisi C, Dedi Suherman dan anggota Rusydi Nyak, Syarifudin langsung didampingi Kadis Hutbun Abdya, Herman Suriadi, SP dan Kadis Distamben Drs. Ikhsan.

Kuat dugaan, pupuk tersebut yakni pupuk Urea dan SP 36 dengan kondisi masih utuh dan sangat layak pakai itu sengaja tidak disalurkan tanpa ada informasi yang jelas. Kontan saja, penemuan pupuk bersubsidi tersebut langsung membuat berang para anggara Dewan tersebut.

Ironisnya lagi, lokasi gudang tersebut tidak mempunyai akses jalan, hanya terlihat sedikit jalan mirip gang yang membuat tim sidak DPRK Abdya kewalahan ketika menuju kelokasi. Selain itu, kondisi bangunan pun sempat mengejutkan tim, dikarenakan terlihat sudah diselimuti rumput-rumput yang melingkar di badan bangunan.

Jiswi wakil Ketua DPRK Abdya yang turun langsung bersama sejumlah anggota lainnya kepada awak media dengan tegas mengakui, bahwa dalam sidak ke lokasi gudang itu pihaknya telah menemukan puluhan ton pupuk jenis Urea dan Pupuk SP 36 yang masih layak huni.

“Dari amatan sementara, pupuk-pupuk ini kita perkirakan puluhan ton dan diperkirakan sudah menumpuk di gudang itu cukup lama tanpa di salurkan, semenjak tahun 2003 lalu,”sebut Jismi.

Terkait temuan tersebut, Jismi menegaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait dengan harapan mendapatkan titik terang untuk kelanjutan proses temuan pupuk-pupuk tersebut.

“Kita minta Kepada Dinas terkait agar segera menyalurkan pupuk-pupuk itu kepada masyarakat, sehingga uang rakyat yang nilainya ratusan juta itu, tidak terkesan di biarkan mubazir,”tegas Jismi.

Selain melakukan koordinasi dengan Dinas terkait, Jismi juga menegaskan, pihaknya bersama anggota Dewan lainnya akan terus melakukan pemantauan kelanjutan hasil temuan penimbunan pupuk tersebut.

“Kita memberikan waktu selama dua belas hari kepada dinas terkait untuk melakukan proses penyaluran pupuk-pupuk itu kepada petani yang membutuhkan. Penyaluran pupuk itu harus tepat sasaran jangan sampai asal bagi, jika tidak kita akan minta pertanggung jawabannya,”tegas Jismi.

Secara terpisah, Kadis Hutbun Abdya, Hermasn Suryadi SP ketika dimintai keterangan terkait temuan tersebut mengakui, akan segera menyalurkan pupuk-pupuk tersebut kedapa masyarakat yang berhak.

Herman Suryadi juga mengakui, pihaknya telah menghubungi Dishutbun Pusat untuk meminta rekomendasi pembagian pupuk tersebut. Namun, diakui Herman, pihak Dishutbun Provinsi di Banda Aceh tidak mau memberikan rekom terkait penyaluran pupuk-pupuk itu.

 “Mereka hanya memberikan perintah penyaluran pupuk-pupuk itu secara lisan tidak secara tertulis, itu pun lewat telepon selular,”aku Herman.

Namunpun demikian, Herman mengakui, pihaknya dalam waktu dekat akan segera melakukan penyaluran terhadap pupuk-pupuk tersebut.

”Dalam waktu dekat kami akan segera menyalurkan pupuk-pupuk itu atas kebijakan saya sendiri dan akan saya pertanggung jawabkan kepada pimpinan,”tegasnya singkat.