JAKARTA, Rabu (17/6) suaraindonesia-news.com – Sektor pertanahan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan program Asta Cita Presiden. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Akademi Politik yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Dalam pemaparannya, Ossy Dermawan menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program prioritas nasional memerlukan dukungan tata kelola pertanahan yang baik, akuntabel, dan berbasis data yang terintegrasi.
Menurutnya, terus mempercepat pemetaan bidang tanah sebagai bagian dari upaya mewujudkan data pertanahan yang lengkap dan terintegrasi.
“Kementerian ATR/BPN terus mempercepat pemetaan bidang tanah guna mewujudkan data pertanahan yang lengkap dan terintegrasi,” ujar Ossy.
Ia menjelaskan bahwa pemetaan bidang tanah secara komprehensif menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (One Map Policy), yang bertujuan memperkuat integrasi data antarinstansi pemerintah.
Menurut Ossy, ketersediaan data pertanahan yang terintegrasi dapat membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan yang selama ini muncul di lapangan. Di antaranya adalah potensi tumpang tindih pemanfaatan ruang, sengketa lahan, serta konflik agraria di berbagai daerah.
Melalui penguatan sistem pemetaan dan integrasi data pertanahan, Kementerian ATR/BPN berharap pembangunan nasional dapat berjalan lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan.
Selain itu, tata kelola data yang akurat dan terintegrasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.






