BeritaNewsPemerintahan

Susur Ciliwung, Dedie Rachim Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah dari Hulu

53
×

Susur Ciliwung, Dedie Rachim Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah dari Hulu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260426 183633
Foto: Wali Kota Bogor,  Dedie A. Rachim (kiri), Camat Bogor Tengah Dheri Wiriadirama saat di sungai Ciliwung.

KOTA BOGOR, Minggu (26/04) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, PT Mitra Natura Raya (MNR) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar kegiatan bersih-bersih di aliran Sungai Ciliwung, Minggu (26/04/2026).

Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur gabungan TNI-Polri serta para relawan. Pembersihan sampah dilakukan mulai dari kawasan Taman Soedjana Kassan hingga ke arah Jembatan Otista.

Saat melakukan susur sungai, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyaksikan langsung keindahan alam yang menjadi anugerah bagi kehidupan manusia. Namun, di sisi lain, ia mengaku prihatin karena masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, termasuk ke aliran sungai.

“Tetapi sikap dan perilaku kita ternyata masih banyak yang zalim. Kita belum mampu menunjukkan rasa terima kasih kepada alam yang sudah begitu banyak memberi kepada kita. Buktinya apa? Hari ini, dalam kurun waktu dua jam, kita berhasil mengangkat 1,2 ton sampah,” ujarnya.

Bersama peserta aksi bersih-bersih, Dedie Rachim turut mengangkat sampah yang terbawa arus air, tersangkut di bebatuan, hingga menumpuk di bantaran sungai.

Ia menyebutkan, jenis sampah yang ditemukan tidak hanya berupa plastik, tetapi juga popok, pakaian bekas, hingga kasur.

Melihat kondisi tersebut, Dedie meminta masyarakat untuk berhenti merusak lingkungan dengan membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bogor terus mendorong penanganan sampah dari sumbernya melalui pemilahan dan pengolahan sampah yang masih memiliki nilai manfaat.

“TPS3R akan kita kuatkan, bank-bank sampah akan kita perkuat, dan kelompok-kelompok pecinta lingkungan akan menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bogor,” tegasnya.

Selain itu, residu hasil pemilahan sampah di wilayah nantinya akan diolah lebih lanjut menjadi energi listrik, sehingga jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat terus ditekan.

“Pada 2028, Bogor memiliki peluang untuk mengolah sampah paling tidak 1.000 ton per hari,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan, mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut pihaknya juga melibatkan generasi muda agar semakin peduli dan sadar terhadap lingkungan sekitar.

“Terutama terhadap kondisi di lingkungan sekitar. Kami mengajak mereka untuk memulai dari hal sederhana, yaitu tidak membuang sampah sembarangan. Generasi muda harus dilibatkan, karena ke depan merekalah yang akan meneruskan perjuangan ini,” katanya.

Tinggalkan Balasan