Berita UtamaHukumKriminalNewsPeristiwa

Bukan Begal! Kodam VI/Mulawarman Klarifikasi Insiden Viral Oknum TNI di Balikpapan

×

Bukan Begal! Kodam VI/Mulawarman Klarifikasi Insiden Viral Oknum TNI di Balikpapan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260522 112923
Foto illustrasi dugaan aksi begal pengendara roda dua

BALIKPAPAN, Jum’at (22/5) suaraindonesia-news.com – Kodam VI/Mulawarman secara resmi meluruskan pemberitaan viral mengenai dugaan aksi pembegalan yang melibatkan oknum anggota TNI di Kota Balikpapan.

Pihak TNI menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni merupakan perselisihan antarpengendara di jalan raya, bukan tindakan kriminal pembegalan seperti yang beredar luas dalam pemberitaan media konvensional maupun media sosial.

Klarifikasi ini dikeluarkan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, guna meluruskan pemberitaan awal yang menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dalam aksi kejahatan jalanan yang dimuat oleh media Tribun Kaltim beberapa hari yang lalu dengan judul “Begal Viral di Balikpapan, Polisi Duga Dua Pelaku Oknum TNI, Kapolsek Sudah Serahkan ke Pomdam.”

Kapendam menceritakan bahwa insiden tersebut sebenarnya terjadi pada malam hari, 30 Maret 2026. Peristiwa bermula di kawasan lampu lalu lintas (traffic light) Kebun Sayur, Balikpapan Barat akibat adanya kesalahpahaman antarpengguna jalan.

“Pengendara sepeda motor bersama rekannya menyalip kendaraan yang berada di depannya dan hampir terjadi serempetan,” ujar Kapendam pada Jum’at, (22/5).

Merasa jalannya dipotong, kendaraan yang hampir terserempet kemudian mengejar kedua pengendara tersebut hingga ke area SPBU Karang Anyar, Balikpapan Utara. Di lokasi inilah ketegangan memuncak. Salah satu pengendara berhasil pergi, sementara satu pengendara lainnya tertahan dan terlibat adu mulut.

“Terjadi perselisihan yang disertai pemukulan. Karena situasi mulai ramai oleh warga sekitar, pihak yang terlibat akhirnya meninggalkan lokasi,” jelasnya.

Ia menegaskan, tidak ada motif perampasan harta benda (begal) dalam insiden tersebut.

Meski dipastikan bukan aksi pembegalan, Kodam VI/Mulawarman tidak tinggal diam. Oknum personel TNI yang diduga terlibat dalam pemukulan tersebut kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan oleh Pomdam VI/Mulawarman,” ungkapnya.

Ia kembali menegaskan bahwa komitmen TNI untuk menindak tegas setiap pelanggaran disiplin dan hukum yang dilakukan oleh anggotanya.

Kapendam memastikan bahwa hingga Jumat, (22/5), tidak ada pelimpahan kasus tersebut dari Polsek Balikpapan Utara ke Pomdam VI/Mulawarman serta tidak adanya pengaduan masyarakat terkait peristiwa yang yang terjadi.

“Sampai dengan pagi ini juga saya sampaikan tidak ada sama sekali pelimpahan kasus tersebut dari polsek Balikpapan Utara ke Pomdam VI/Mulawarman dan juga pengaduan masyarakat terkait masalah yg terjadi,” tegasnya

Sebagai bentuk transparansi, pihak Pendam VI/Mulawarman juga telah mendatangi Kantor Tribun Kaltim pada Kamis (21/5) pagi untuk melakukan koordinasi. Pertemuan yang dihadiri oleh Pemimpin Redaksi beserta jajaran manajemen Tribun Kaltim tersebut berjalan kondusif.

Kedua belah pihak sepakat mengenai pentingnya akurasi dan konfirmasi dalam menyajikan informasi kepada publik, terutama pada isu-isu sensitif yang berpotensi memicu persepsi liar di masyarakat.

Pihak Tribun Kaltim pun telah menerbitkan berita klarifikasi sebagai bentuk komitmen terhadap kode etik jurnalistik yang profesional.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, masyarakat diimbau untuk tidak lagi menyebarkan narasi keliru terkait isu begal tersebut. Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban di Kota Balikpapan dipastikan tetap aman, damai, dan kondusif.

Reporter : Fauzi
Editor: Qonita
Publisher: Eka

Tinggalkan Balasan

2

2