BeritaNewsPeristiwa

Ribuan Petani Tebu Blora Aksi Damai, Desak Kepastian Operasional PG GMM

26
×

Ribuan Petani Tebu Blora Aksi Damai, Desak Kepastian Operasional PG GMM

Sebarkan artikel ini
IMG 20260402 230349
FOTO: Aksi demo petani tebu yang menuntut kepastian beroperasinya PG GMM, di Kabupaten Blora.

BLORA, Kamis (2/4) suaraindonesia-news.com – Ribuan petani tebu di Blora yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) menggelar aksi damai di Alun-alun Blora, Kamis (2/4/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak pemerintah pusat memberikan kepastian terkait operasional Pabrik Gula (PG) GMM.

Sekitar 2.000 petani turut serta dalam aksi yang berlangsung tertib tersebut. Mereka membawa 193 unit truk dan tiga unit jonder yang diparkir di sekitar lokasi sebagai simbol kekuatan sekaligus bentuk ketergantungan ekonomi petani terhadap industri gula di daerah tersebut.

Dalam orasinya, perwakilan massa menyampaikan bahwa aksi ini merupakan puncak keresahan petani yang merasa nasibnya tidak memiliki kejelasan. Mereka menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah, khususnya kepada Direktur Utama Perum Bulog dan Presiden Republik Indonesia.

Pertama, petani mendesak adanya renovasi dan pembenahan total mesin-mesin PG GMM agar dapat kembali beroperasi penuh pada tahun 2026. Kedua, mereka menuntut pergantian manajemen internal pabrik yang dinilai tidak mampu mengelola operasional secara optimal. Ketiga, apabila pihak Bulog tidak dapat mengoperasikan pabrik, petani meminta agar pengelolaan dialihkan kepada pihak lain, baik swasta maupun BUMN sektor perkebunan seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) atau SGM.

“Aksi ini ditujukan kepada Pak Dirut Bulog pusat dan juga Pak Presiden agar bisa menolong tuntutan petani ini. Yang jelas, yang bisa menjawab tuntutan ini hanya pemegang kewenangan tertinggi,” tegas salah satu perwakilan massa di lokasi aksi.

Kekecewaan petani dipicu oleh janji pihak pengelola pada 14 Januari lalu yang menyebutkan akan dilakukan pembaruan mesin apabila pengajuan anggaran ke pemerintah pusat disetujui. Namun hingga saat ini, petani mengaku belum menerima informasi konkret maupun melihat tanda-tanda perbaikan di lapangan.

“Semua petani butuh kejelasan, siap atau tidak. Sampai saat ini belum ada informasi jelas, padahal keberlangsungan hidup kami bergantung di sini,” pungkasnya.

Melalui aksi damai tersebut, para petani berharap Presiden dan Direktur Utama Bulog segera mengambil langkah nyata. Mereka menilai tanpa kepastian operasional PG GMM, ribuan keluarga petani tebu di Blora berisiko kehilangan mata pencaharian utama serta keberlangsungan hidup mereka.

Tinggalkan Balasan