BLORA, Selasa (16/12) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melakukan kunjungan kerja atau studi tiru ke Pemerintah Kota Bogor pada Senin (15/12/2025). Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, tersebut bertujuan untuk mempelajari strategi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta implementasi pertanian organik yang dinilai berhasil diterapkan di Kota Bogor.
Rombongan Pemkab Blora yang terdiri dari Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta awak media diterima langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua DPRD Kota Bogor di Gedung Balai Kota Bogor.
Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi kerja sama antardaerah. Selain itu, Pemkab Blora ingin mempelajari strategi Pemerintah Kota Bogor dalam meningkatkan penerimaan daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi dan pemotongan anggaran.
“Kami ingin bersilaturahmi dan membangun sinergi kerja sama ke depan. Kami ingin meniru Bogor karena kota ini kami pelajari dari sisi PAD-nya yang cukup baik. Kami ingin memiliki strategi untuk meningkatkan PAD,” ujar Bupati Arief Rohman.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memaparkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor mencapai Rp 3,3 triliun, dengan kontribusi PAD sebesar Rp 1,1 triliun. Namun demikian, Kota Bogor juga menghadapi pemotongan dana transfer daerah sebesar Rp 250 miliar.
Untuk mengoptimalkan penerimaan PAD, Pemerintah Kota Bogor mendorong berbagai inovasi digitalisasi layanan pendapatan daerah. Inovasi tersebut meliputi penerapan Sistem Informasi Pajak Daerah (SIPDEH), layanan E-SPPT, E-OPSIR, serta aplikasi pendataan dan pengawasan lapangan berbasis digital.
Selain digitalisasi pajak, sektor perparkiran juga menjadi fokus optimalisasi PAD. Pemkot Bogor tengah berupaya mengalihkan sistem pemungutan parkir dari metode manual ke sistem digital berbasis QRIS, menyusun peraturan daerah (Perda) khusus perparkiran, serta menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga guna meningkatkan tata kelola dan penerimaan sektor tersebut.
Selain mempelajari optimalisasi PAD, delegasi Pemkab Blora juga mendalami kebijakan di sektor pertanian. Mengingat keterbatasan lahan di wilayah perkotaan, Wali Kota Bogor menjelaskan bahwa kebijakan pertanian difokuskan pada konsep urban farming atau pertanian perkotaan, serta pengembangan pertanian organik.
Usai pertemuan di Balai Kota Bogor, rombongan Pemkab Blora melanjutkan studi tiru ke Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arief Rohman berdiskusi dengan Wakil Rektor IPB, Prof. Iskandar Zulkarnaen Siregar, serta Dekan Fakultas Pertanian IPB, Prof. Suryo Wiyono, terkait potensi kolaborasi antara Pemkab Blora dan IPB.
“Kami mendiskusikan hal-hal apa saja yang bisa dikolaborasikan antara Pemkab Blora dan IPB secara umum, khususnya dengan Fakultas Pertanian. Kami juga telah melaksanakan beberapa program di Blora,” ujar Wakil Rektor IPB.
Melalui studi tiru ini, Pemkab Blora berharap dapat memperoleh strategi baru, baik dalam menggenjot penerimaan daerah melalui digitalisasi layanan, maupun dalam mengembangkan program ketahanan pangan serta pertanian organik di Kabupaten Blora.












