Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaKesehatanPemerintahan

Transformasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep di Bawah Kepemimpinan dr. Erliyati: Responsif, Inovatif, dan Dekat dengan Masyarakat

Avatar of admin
×

Transformasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep di Bawah Kepemimpinan dr. Erliyati: Responsif, Inovatif, dan Dekat dengan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
IMG 20250211 084240
Foto: Direktur RSUD Moh. Anwar Sumenep, Dr. H. Erliyati, M.Kes.

SUMENEP, Rabu (04/06) suaraindonesia-news.com — RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Erliyati, M.Kes., rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini mengalami sejumlah transformasi signifikan, baik dari sisi fasilitas, pelayanan, maupun pendekatan yang lebih humanis terhadap pasien dan keluarganya.

Salah satu inovasi yang paling dirasakan masyarakat adalah penambahan unit depo farmasi rawat jalan. Sebelumnya, antrean panjang untuk pengambilan obat menjadi salah satu keluhan utama pasien. Kini, rumah sakit menyediakan dua titik layanan farmasi di area atas dan bawah gedung utama.

“Kami mendengar langsung dari pasien dan keluarganya mengenai waktu tunggu yang lama saat mengambil obat. Maka dari itu, kami menambah titik pelayanan untuk mempercepat proses,” ujar Erfin Sukayati, M.Kes., Kepala Seksi Informasi RSUD dr. H. Moh. Anwar.

Selain itu, rumah sakit juga membangun dua ruang tunggu bagi keluarga pasien sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya masyarakat Sumenep yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.

“Kami ingin rumah sakit ini ramah terhadap keluarga pasien, karena dukungan dari keluarga sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan,” jelas Erfin.

Respon terhadap kebutuhan masyarakat juga tampak dari hadirnya program LA SEHAT (Layanan Mobil Sehat). Program ini memberikan layanan antar jemput pasien pasca perawatan tanpa dikenakan biaya tambahan, sebuah terobosan yang lahir dari aspirasi masyarakat.

“Mobil sehat ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk meringankan beban masyarakat, sekaligus mendukung visi ‘Bismillah Melayani’ yang diusung Pemerintah Kabupaten Sumenep,” ungkap Erfin.

Guna mengatasi tingginya permintaan layanan diagnostik, manajemen RSUD juga menyiapkan pengadaan mesin CT Scan kedua, serta telah menghadirkan dokter spesialis ortopedi untuk penanganan pasien tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

“Keberadaan CT Scan tambahan akan mempercepat diagnosis dan mengurangi antrean. Sementara layanan ortopedi kini bisa langsung kami tangani di Sumenep,” imbuhnya.

Rencana ke depan juga meliputi pengadaan layanan MRI dan layanan bedah subspesialis digestif, menjawab kebutuhan medis yang terus berkembang.

Baca Juga :  Hindari Macet, Jokowi Minta Warga Mudik Lebih Awal

Sebagai bentuk inovasi layanan masa depan, RSUD tengah memperkenalkan terapi hiperbarik, yakni terapi oksigen dengan tekanan tinggi yang dapat membantu proses penyembuhan luka kronis, keracunan gas, dan sejumlah kondisi lainnya.

Baca Juga :  Kadisdukcapil: Disdukcapil Tidak Berwewenang Menghapus Nama Pemilih

Inisiatif ini mendapat dukungan dari Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kemajuan signifikan pelayanan kesehatan di daerah.

“Layanan ini masih dalam tahap pengenalan kepada masyarakat, namun responnya sangat positif,” jelas Erfin.

Transformasi RSUD dr. H. Moh. Anwar tidak lepas dari gaya kepemimpinan dr. Erliyati yang dikenal terbuka terhadap masukan dan aspirasi masyarakat.

“dr. Erli bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga pendengar yang baik. Ia menempatkan rumah sakit ini sebagai rumah bersama, tempat semua aspirasi masyarakat layak untuk didengar dan diwujudkan,” kata Erfin.

Saat berita ini dimuat, Direktur dr. Erliyati tengah menunaikan ibadah haji. Namun semangat dan arah kebijakannya tetap dirasakan dalam setiap program pelayanan yang dijalankan tim RSUD.

Dengan beragam pencapaian tersebut, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan fasilitas, tetapi juga oleh kepemimpinan yang responsif, inovatif, dan berpihak pada masyarakat.