SAMPANG, Senin (15/7) suaraindonesia-news.com – Ada ungkapan menarik dari KH Muhammad Bin Mu’afi Zaini anggota DPRD Jawa Timur dan juga pengasuh Ponpes Besar Nazhatut Thullab Prajjan, Camplong, yang saat ini maju sebagai kandidat Bacabup di Pilkada Kabupaten Sampang. Menurutnya, ia ingin memajukan Pondok Pesantren (Ponpes) dan pengasuhnya yang ada di Kabupaten Sampang.
Karena jumlah Ponpes di Kabupaten Sampang cukup banyak dan ini merupakan aset Sampang, yang harus diperhatikan dan dimajukan. Tidak hanya itu, ia juga akan memperhatikan para alumni pesantren pasca lulus dari pondok, agar siap terjun di masyarakat dengan ilmu agama dan skilnya entrepreneurshipnya.
“Santri selain diberi ilmu agama juga diberi skil entrepreneurship atau kewirausahaan. Sehingga, saat terjun dimasyarakat. Sehingga, tidak hanya bagus dibidang agamanya tapi bisa cepat adaptasi dibidang multi usaha. Alumni pesantren berbaur bersama masyarakat memajukan roda ekonomi Sampang,” imbuhnya.
Sebagai contoh jelasnya, Pondok Pesantren (Ponpes) A santrinya selain pendidikan agama juga dilatih keahlian mengolah garam industri. Sedangkan Ponpes B diberi keahlian mengolah tembakau. Demikian semua santri Ponpes di Kabupaten Sampang, hingga semuanya paripurna.
Ungkapan menarik itu, disampaikan Gus Mamak usai menjadi nara sumber tunggal pada serasehan tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan Berkelanjutan di Ponpes Az Zubair Jl Raya Panggung Kecamatan Sampang, pimpinan KH Dja’far Shodiq, bersama pemuda, guru sukwan, tokoh masyarakat dan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dan swasta di Madura dan Jawa Timur, Senin (14/7/2024), pukul 19.00 WIB.
Selain itu, ia juga mengungkap potensi besar Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Sampang, harus dinikmati oleh semua elemen masyarakat. Ulasan menarik lainnya, tentang visinya untuk memajukan pendidikan, kesehatan dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar masyarakat Sampang, semakin maju dibidang keilmuan serta berani membangun usaha mandiri.
KH Dja’far Shodiq selaku tuan rumah mengamini semua ungkapan menarik Gus Mamak. Ia juga berharap, agar anak muda Sampang menjadikan masjid sebagai sentra ilmu, sentra muamalah dan juga sebagai sentra ibadah.
Baca Juga: Gus Mamak: Problema Dunia Pendidikan Sampang, Terjadi Dikotomi Sekolah Negeri dan Swasta
“Inovasi masjid sebagai pelayan ummat. Artinya, kedepan masjid di Sampang hablumminallah juga habluminannas (fungsi sosial ekonomi),” urainya.
Terakhir KH Dja’far Shodiq mengungkapkan, lewat bantuan Gus Mamak sudah banyak anak muda Sampang, yang mendapatkan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan juga mendapat pekerjaan diluar negeri dengan gaji Rp 30 juta. Kita harus berani merubah minsed agar anak muda Sampang, berani bersaing diluar negeri dengan bekal agama dan skill yang memadai.
Sekedar diketahui, acara serasehan dengan tema Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan Berkelanjutandi Ponpes Az Zubair, dihadiri oleh mahasiswa asal Sampang, dari berbagai universitas diantaranya, kampus UTM, Poltera, Unair, ITS, dan Unram. Juga pemuda, guru sukwan, dan tokoh masyarakat.
Reporter: Nora
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












