Anggota TNI AL Asal Pamekasan Tewas di Sorong Papua, Diduga Dianiaya Seniornya - Suara Indonesia
Berita UtamaKriminalRegional

Anggota TNI AL Asal Pamekasan Tewas di Sorong Papua, Diduga Dianiaya Seniornya

×

Anggota TNI AL Asal Pamekasan Tewas di Sorong Papua, Diduga Dianiaya Seniornya

Sebarkan artikel ini
IMG 20220720 214610
Foto: Jenasah Prada Marsandi saat tiba di Rumahnya. Minggu (17/7) malam Sekira Pukul 19.30 Wib.

PAMEKASAN, Rabu (20/07/2022) suaraindonesia-news.com – Seorang personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) berpangkat Prajurit Dua (Prada) Sandi Darmawan (21), warga Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, tewas di rumah sakit AL Kota Sorong Papua.

Tewasnya Sandi Darmawan diduga dianiaya seniornya. Kedatangan jenazah Sandi Darmawan di rumahnya menggunakan ambulan TNI, pada Minggu (17/07/2022) malam, sekira pukul 19.30 WIB disambut haru dan isak tangis keluarga Prada Sandi.

Kabar kematian Parda Sandi ini mengejutkan keluarganya, karena dianggap meninggal tidak wajar, lantaran terdapat banyak luka di bagian dada dan punggung yang diduga dianiaya oleh seniornya.

Kakak kandung Sandi, Linda Fuji Lestari mengungkapkan, kabar awal kematian adiknya itu bukan diinfokan dari instansi TNI AL, melainkan dari pihak luar.

“Kami keluarga Prada Sandi sangat syok, karena tidak terdengar sakitnya, tau-tau ada kabar kalau adek saya sudah meninggal dunia,” ungkap Linda Fuji Lestari, Rabu (20/07).

Linda menceritakan, dirinya sempat berkomonukasi dengan adiknya pada Kamis 7 Juli 2022 pagi. Namun malam harinya Sandi sudah tidak bisa dihubungi lagi

Keesokan harinya tepat hari Jumat, pihak keluarga sempat kembali mengirimkan kabar. Namun hingga tanggal 10 Juli 2022, pesan yang dikirim kepada adiknya melalui aplikasi Whatsapp-nya tidak ada balasan.

“Baru hari Selasa 11 Juli 2022, ada komunikasi, tapi pakai nomor seniornya. Tetapi ada yang aneh saat itu, bahasa yang digunakan adiknya biasanya kalau menelpon memakai bahasa Madura, namun saat itu berbicara bahasa indonesia,” paparnya.

Linda juga merasa ada yang janggal, lantaran ketika saat di telepon ada suara orang lain dari bilik telepon menggunakan bahasa Indonesia.

“Di balik telepon yang saya bicara anggap itu adik saya, ada suara orang lain agar adik saya tidak pakai bahasa Madura dan HPnya dibilang rusak,” kata Linda mengungkapkan.

Dari Hasil komunikasi itu, Linda terus menaruh curiga jika adiknya tersebut sedang sakit, namun ditutupi oleh pihak Kompi alias tidak diberitahu.

“Dari komunikasi itu saya curiga kalau adik saya sudah sakit dari sebelumnya,” tambahnya.

Atas kejadian ini, pihak keluarga menuntut keadilan. Termasuk tuduhan bahwa adiknya mencuri kartu ATM milik anggota lainnya. Linda curiga ada motif lain dibalik kematian adiknya.

“Kami pasrahkan kepada pihak Pomal Lantamal untuk menyelesaikan kasus ini, karena 6 pelaku penyiksaan sudah diamankan,” pintanya.

Diketahui, Prada Sandi bertugas di Yonif 11 Brigif 3 Pasmar 3, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.

Sebelumnya, Sandi pernah dikabarkan dianiaya oleh keenam seniornya lantaran mencuri ATM milik satu angkatan di Barak Kompi C Yunif 11 Marinir Katapop Sorong Papua.

Enam senior pelaku penyiksaan itu masing-masing berinisial BW, IRA, RAW, AN, AR dan ARI, berpangkat Prajurit Satu (Pratu).

Saat ini, keenam prajurit TNI itu tengah dilakukan penahanan dan penyelidikan oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIV.

Reporter : My
Editor : Miftahol Hendra Efendi
Publisher : Romla