PROBOLINGGO, Kamis (12/11/2020) suaraindonesia-news.com – Bersamaan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2020, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mendapat apresiasi dan penghargaan dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto.
Penghargaan itu diterima Wali Kota Hadi Zainal Abidin karena keterlibatan dan dukungannya secara langsung dalam pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Probolinggo dan masyarakat.
Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin merupakan satu-satunya kepala daerah di Provinsi Jawa Timur yang mendapat penghargaan kategori Keterlibatan Lintas Sektor dalam Pelaksanaan Posbindu PTM.
Pengumuman penerimaan penghargaan tersebut dilakukan secara virtual usai upacara Hari Kesehatan Nasional tahun 2020, Kamis (12/11) siang.
Bersama Sekda drg Ninik Ira Wibawati, Asisten Pemerintahan Paeni, Plt Kepala Dinkes P2KB dr NH Hidayati dan Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh dr Abraar HS Kuddah, Wali Kota yang akrab dipanggil dengan sapaan Habib Hadi ini menyaksikan prosesinya secara langsung dari Command Center.
“Alhamdulillah, tentunya penghargaan ini bukan untuk saya pribadi tetapi untuk seluruh masyarakat Kota Probolinggo. Kesehatan itu penting, maka saya akan selalu mendukung dalam pelaksanaan posbindu yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan semua,” tuturnya.
Ya, setiap satu bulan sekali Posbindu PTM dilaksanakan di kantor Wali Kota dengan mengundang semua kepala OPD.
“Untuk mendukung Posbindu PTM, kami juga membuat edaran senam bersama setiap pagi di masing-masing OPD. Salah satunya senam cerdik,” ujar Wali Kota, saat ditemui usai acara.
Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo dr NH Hidayati menyebutkan, dukungan Wali Kota terhadap pelaksanaan Posbindu PTM sangat tinggi sehingga semua OPD ikut berperan aktif dalam melaksanakannya, salah satunya yang tersentral di Pemkot.
“Layanan di Posbindu PTM antara lain pengukuran tinggi badan, berat badan, tensi darah, smoking analyzer, cek gula darah, cek kolesterol dan asam urat,” terangnya.
Untuk pelaksanaan posbindu di masing-masing OPD, kami telah memberikan Posbindu kit dengan petugas yang sudah kami latih sebelumnya.
“Kegiatan-kegiatan ini jika tidak ada dukungan Wali Kota selaku pimpinan, tidak akan terlaksana,” jelas dr Ida-sapaan akrab Plt Kadinkes Kota Probolinggo ini.
Selain itu, tambah dr Ida, ada senam cerdik yang terkandung pesan-pesan sebagai salah satu upaya mencegah PTM. Yaitu C (cek kesehatan secara berkala), E (enyahkan asap rokok), R (rajin aktivitas fisik), D (diet sehat dengan kalori seimbang), I (istirahat cukup dan K (kelola stress).
Jika ada pegawai yang hasilnya tidak normal maka akan mendapat edukasi dan pendampingan, untuk kemudian diketahui kondisinya pada bulan berikutnya. Jika di masyarakat, Posbindu ada di Posyandu lansia atau pelayanan Puskesmas.
“Dengan penghargaan ini, kami berharap masyarakat juga sadar akan kondisi kesehatan dan melakukan kegiatan yang sehat. PTM ini penyakitnya memang tidak dirasakan dan berhubungan erat dengan lifestyle. Maka pola hidup di era pandemi harus memperhatikan protokol kesehatan,” pungkas dr Ida.
Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Ela












