Berita UtamaHukumRegional

Curiga Kematian Istrinya Tidak Wajar, Tolak minta Polisi dan Tim Medis Lakukan Otopsi

113
×

Curiga Kematian Istrinya Tidak Wajar, Tolak minta Polisi dan Tim Medis Lakukan Otopsi

Sebarkan artikel ini
IMG 20200905 111812
Polisi saat menjaga ketat proses Otopsi jasad korban di Desa Olean, Situbondo.

SITUBONDO, Sabtu (5/9/2020) suaraindonesia-news.com – Untuk memastikan kematian sang istri yang diduga tidak wajar, Tolak (52) warga Dusun Kandang Timur, Desa Olean, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, Jawa Timur meminta kepada aparat kepolisian resort (Polres) Situbondo, untuk melakukan otopsi terhadap jasad korban, Suada (50) yang sudah di makamkan sekitar 15 hari yang lalu.

Hadir pada prosesi penggalian jasad korban yang di makamkan disekitar rumahnya, Kasat Reskrim, AKP Agus Widodo, Kapolsek Kota Situbondo, Iptu Efendi Nawawi, Tim Inafis, Tim medis RSUD Abdoer Rahem, Babinsa serta puluhan personel polres Situbondo untuk melakukan pengamanan.

Menurut suami korban, Tolak, yang mendasari untuk melakukan otopsi terhadap jasad istrinya itu, karena ada kecurigaan kecurigaan, seperti adanya darah segar yang masih keluar dibagian punggung, bagian mata yang lebam serta luka memar pada bagian tubuh lainnya.

Namun, setelah dilakukan visum oleh tim medis dan Inafis polres Situbondo, kemudian oleh pihak kepolisian sektor (Polsek) Panarukan jasad korban yang ditemukan dalam kondisi terlentang di pematang sawah di TKP persawahan Dusun Pathek Timur Desa Duwet Kecamatan Panarukan, tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan ataupun penganiayaan yang terdapat pada tubuh korban.

“Saat ditemukan, pada jasad istri saya itu ada luka lebam pada bagian mata, mulutnya berbusa dan lebam lebam. Bahkan saat dimandikan itu keluar darah segar. Tapi lukanya dari mana saya tidak tahu,” kata Tolak dikonfirmasi di rumahnya, Sabtu (5/9/2020) pagi.

Berdasarkan kecurigaan itu, lanjutnya, untuk memastikan penyebab kematiannya itu, ia bersama keluarga kemudian sepakat meminta kepada polisi untuk dilakukan otopsi dengan cara membongkar kembali kuburan istrinya.

“Otopsi ini untuk memastikan penyebab kematiannya. Sebab, selain ada memar dan darah segar, juga ada pengakuan dari pria berinisial H yang mengajak korban ke TKP. Namun informasi dari Polsek bukan pembunuhan atau penganiayaan. Jadi kecurigaan itulah yang mendasari saya minta otopsi,” tandas Tolak.

Kasat reskrim polres Situbondo, AKP Agus Widodo yang turun langsung ke lapangan membenarkan, bahwa otopsi terhadap jasad korban merupakan permintaan keluarga.

“Ini atas permintaan keluarga. Untuk hasilnya, kita tunggu hasil dari kerja tim medis yang melakukan otopsi,” pungkas AKP Agus Widodo.

Sebelumnya, Warga Dusun Pathek Timur Desa Duwet Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendadak digegerkan penemuan mayat seorang perempuan dengan kondisi telentang dan agak miring di pematang sawah.

Selanjutnya, penemuan mayat yang diketahui bernama Suada (50) warga Dusun Kandang Desa Olean Kecamatan Situbondo oleh warga setempat dilaporkan ke aparat Polsek Panarukan.

Begitu mendapat informasi tersebut, petugas segera mendatangi lokasi kejadian. Selain membuat olah TKP, aparat Polsek Panarukan bersama tim Inafis polres Situbondo langsung mengevakausi korban ke RSUD Abdoer Rahem untuk di visum.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis RSUD Abdoer Rahem dan tim Inafis, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban.

Reporter : Ugik
Editor : Amin
Publiser : Ela