90 Anak Putus Sekolah, Satu Diantaranya Pilih Jadi Prostitusi Online - Suara Indonesia
Pendidikan

90 Anak Putus Sekolah, Satu Diantaranya Pilih Jadi Prostitusi Online

Avatar of admin
×

90 Anak Putus Sekolah, Satu Diantaranya Pilih Jadi Prostitusi Online

Sebarkan artikel ini
Mistin Kepala Disdik Copy
Mistin Kepala Disdik Kota Batu

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Program  wajib belajar 12 tahun yang diluncurkan oleh Pemkot Batu sejak kepemimpinannya Walikota Batu Eddy Rumpoko, ternyata tidak diamini  oleh 90 anak di kota Batu tahun 2015 ini.

90 anak putus sekolah ini tidak bisa melanjutkan ke jenjang  atasnya, yakni  dari SD ke SMP dan dari SMP ke SLTA, data di Dinas Pendidikan  kota Batu, terdapat  empat anak tidak bisa melanjutkan studinya dari SD ke SMP dan 86 anak tidak bisa melanjutkan ke SLTA.

Kegagalan anak yang tidak bisa melanjutkan studinya itu  ada beberapa alasan,Suara Indonesia menelusirinya, ada diantara mereka putus sekolah lantaran faktor biaya, perlakuan orang tua tiri yang kerap menyiksa pada anaknya, membantu orang tua bekerja.

Ilustrasi Pelajar Prostitusi
Ilustrasi Pelajar Prostitusi

Lanjutnya, mereka tidak melanjutkan ke SLTA  tapi lebih memilih melanjutkan ke Pondok Pesantren. Pengaruh teman dan orang dewasa. Dan satu  yang terakhir,  ia memilih menjadi Prostitusi online,  lantaran di rumah tak ada yang menghiburnya, orang tuanya kerap bertengkar dan jarang dirumah.

“Saya sebenarnya kepingin sekolah seperti yang dirasakan oleh teman-temanku, tapi orang tuaku jarang mengurusi aku, aku akhirnya ya seperti ini. Mau diapakan lagi nasi sudah jadi bubur. Aku sudah terlanjur begini” kata Mawar Bukan nama sebenarnya.

Sebenarnya, Anak yang Baru gede (ABG) ini yang  kini terjun dalam dunia Prostitusi online ingin berbicara banyak dengan Suara Indonesia, namun telponnya  selalu berdering dari para pemesan, akhirnya  suara Indonesia dijanjikan dilain waktu.

“Jangan lupa Pak, nanti Telpon nomor saya, atau SMS, atau gini aja  Bapak nanti tak hubungi kalau pas saya libur” kata Mawar dengan nada manja, saat ditemui, Sabtu (5/8).

Mistin,  Kepala Dinas pendidikan, pemuda dan Olahraga  Kota Batu. Mengatakan bahwa tahun  ini ada 86  anak yang putus sekolah dari SMP ke SMA.

 “Jumlah ini termasuk kecil dibandingkan tahun lalu sekitar 500-an anak” kata dia

Menurutnya, untuk mengatasi itu  pihaknya akan mengirimkan database siswa yang tidak dapat melanjutkan sekolah ini ke SMA/SMK di Kota Batu untuk mengajak dan merayu mereka agar mau sekolah.

“Jangan kwatir soal biaya, yang penting mau sekolah. Seragam dan alat tulis  sudah saya siapkan, ” Janji Mistin.

Kalau factor biaya, Mistin memberikan solusi agar anak mau bersekolah, hendaknya orang tua siswa atau orang tua asuh mencarikan sekolah terdekat sehingga siswa bisa jalan kaki.

Mistin juga membenarkan, alasan anak tidak mau sekolah krena nikah, ada yang bekerja, tidak punya biaya, bahkan ada yang tidak minat melanjutkan dan tanpa alasan.

“Kalau alas an sakit sepertinya tidak ada,” Pungkasnya. (Adi Wiyono).