5 Preman Pengancam dan Pemeras Perusahaan CPO di Paser Diciduk Polisi

oleh -7.261 views
Direktur Ditreskrimum Polda Kaltim Kombes. Pol. Subandi (tengah) didampingi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes. Pol. Yusuf Sutejo (kiri) dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim Kompol. Aris C. Dwi Susanto saat press release di Mapolda Kaltim, Rabu (1/9/2021).

BALIKPAPAN, Rabu (1/9/2021) suaraindonesia-news.com – Polda Kaltim berhasil menangkap 5 preman yang melakukan aksi pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap perusahaan minyak sawit/Crude Palm Oil (CPO) PT. Muaratoyu Subur Lestari (MSL) yang berlokasi di Desa Muara Toyu, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Pengancaman yang disertai pemerasan oleh 5 preman berinisial AF, SF, BR, RM dan SAP terjadi pada Kamis, 26 Agustus 2021 pada pukul 03.00 Wita dini hari di lokasi PT. MSL.

Direktur Ditreskrimum Polda Kaltim Kombes Pol. Subandi menjelaskan, peristiwa pengancaman terjadi pada saat kelima pelaku mendatangi PT. MSL dengan membawa 12 truk tanki dan Delivery Order (DO) untuk membeli CPO atas pesanan perusahaan lain.

“Setelah 12 truk tanki tersebut diisi penuh CPO oleh PT MSL, pelaku mendatangi karyawan perusahaan dengan membawa senjata tajam berupa mandau, parang dan pisau jenis badik memaksa karyawan untuk menjual CPO kepada pelaku dengan harga 2 ribu per liter dari harga standar 8.500 per liter. Pelaku juga mengancam agar tidak menjual CPO kepada pihak manapun”, ujar Kombes Pol Subandi dalam press telease di Mapolda Kaltim, Rabu, (01/09/2021)

Subandi mengatakan, pelaku memaksa perusahaan untuk menjual CPO kepada mereka. Karena perusahaan tidak sepakat, maka pelaku terus melakukan pengancaman.

Karena merasa terancam, akhirnya pihak perusahaan membuat surat jalan kepada pelaku walaupun harga CPO yang ditawarkan senilai 2 ribu per liter juga belum dibayar.

“Setelah perusahaan mengeluarkan surat jalan, akhirnya 12 truk tanki yang masing-masing berisi CPO dengan jumlah total 90 ton dibawa oleh pelaku untuk dijual,” terang Subandi.

Kemudian, kata Subandi, pelaku membawa barang tersebut ke daerah Muara Kembang, namun ditolak oleh perusahaan yang ada disana, karena dianggap mencurigakan.

Akhirnya pelaku mencari pembeli CPO di pelabuhan peti kemas di daerah Palaran, Kota Samarinda. Pelaku menjual CPO tersebut seharga 7.500 per liter kepada buyer/pembeli.

“Di pelabuhan itu kita melakukan pengejaran dan pengintaian terhadap pelaku, sehingga para pelaku berhasil kita tangkap pada 27 Agustus 2021. Waktu kita melakukan penangkapan, CPO tersebut oleh pelaku sudah dipindahkan ke dalam kontainer sebanyak 5 truk tanki,” katanya.

“CPO tersebut oleh pelaku dijual seharga Rp. 7.500 per liter kepada pembeli di Samarinda, hanya saja transaksi pembayarannya akan dilakukan setelah CPO tersebut sudah masuk ke dalam kontainer semua. Jadi, pembayaran dari pembeli kepada pelaku belum terlaksana, karena sudah ketangkap duluan,” imbuhnya.

Subandi menyampaikan, setelah pihaknya melakukan penyelidikan, otak dari kelima pelaku tersebut berinisial AF yang berperan sebagai pemilik usaha transportir CPO yang menerima DO dari perusahaan lain.

“Aksi kelima pelaku ini merupakan tindakan premanisme yang harus kita tindak tegas. Akibat dari perbuatan pelaku, PT. MSL mengalami kerugian sebesar 774 juta rupiah”, kata Subandi

Dari hasil penangkapan yang dilakukan terhadap kelima pelaku, Ditreskrimum Polda Kaltim berhasil mengamankan barang bukti berupa 12 truk tanki bermuatan CPO, 1 unit mobil Avanza, 5 buah senjata tajam jenis mandau, 1 buah senjata tajam jenis badik, 1 buah senjata tajam jenis parang, 1 lembar Berita Acara Kesepakatan tanggal 27 Agustus 2021, 1 lembar Delivery Order (DO), 11 lembar bukti timbang dan bukti pengiriman CPO.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes. Pol. Yusuf Sutejo menyampaikan, penindakan yang dilakukan oleh jajaran Ditreskrimum Polda Kaltim terhadap aksi premanisme merupakan sebuah prestasi, dimana aksi premanisme yang dilakukan 5 pelaku dengan memboyong CPO sebanyak 12 truk tangki dengan jumlah total 90 ton dapat di ungkap dalam waktu 1×24 jam.

“Ini merupakan sebuah keberhasilan kita, tentunya pengungkapan aksi premanisme ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat dengan melaporkan kejadian tersebut. Sehingga kita bisa bergerak cepat menindak lanjuti dan menangkap para pelakunya,” kata Yusuf.

Yusuf berharap, kejadian tersebut tidak terulang kembali. Walaupun masih sering ada yang coba-coba melakukan aksi premanisme di wilayah hukum Polda Kaltim.

“Kapolda sudah memberikan statment untuk memberikan tindakan tegas dan terukur jika masih ada yang coba-coba melakukan aksi premanisme,” tandas Yusuf.

Reporter : Fauzi
Editor : Moh Hasanuddin
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan