25 Monyet Ekor Panjang Ditransitkan di City Forest Jember

Kandang transit 25 monyet ekor panjang di City Forest and Farm (Foto: Guntur Rahmatullah).

JEMBER, Sabtu (9/2/2019) suaraindonesia-news.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam wilayah Jawa Timur menyerahkan 25 monyet ekor panjang (macaca fascicularis) kepada Jakarta Animal Aid Network (JAAN) wilayah Jawa Timur.

Puluhan ekor monyet tersebut merupakan hasil sitaan dari masyarakat yang sengaja memelihara maupun menjadikannya sebagai alat mata pencaharian sebagai topeng monyet.

“Ada yang kami sita dari topeng monyet, ada juga yang diserahkan langsung oleh maayarakat kepada kami, paling banyak jumlahnya sumbernya yang pernah dijadikan topeng monyet, dari berbagai Kabupaten dan Kota di Jawa Timur,” terang Kepala Bidang KSDA wilayah Jawa Timur III, Setyo Utomo.

25 monyet kera panjang tersebut kemudian ditransitkan di City Forest and Farm Arum Sabil, di Kecamatan Sumbersari, Jember, Jumat (8/2/2019) sore.

Kemudian puluhan monyet tersebut akan direhabilitasi sampai benar-benar siap untuk dilepasliarkan ke Pulau Nusa Barong Jember.

Setyo menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Timur telah menerbitkan Surat Edaran pelarangan untuk memelihara monyet ekor panjang, yang mayoritas dijadikan sebagai topeng monyet.

“Masyarakat dilarang untuk memelihara macaca fascicularis karena berbahaya, satwa ini liar dan memiliki penyakit TBC yang dapat menular kepada masyarakat,” tambahnya.

H.M. Arum Sabil memberikan makan kepada monyet ekor panjang. (Foto: Guntur Rahmatullah)

Perwakilan JAAN, Louis menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mendukung Indonesia bebas topeng monyet.

“Terima kasih masyarakat Indonesia, terima kasih juga kerjasama semua pihak dalam mewujudkan Indonesia bebas topeng monyet. Kita akan vaksinasi monyet-monyet ini, kita sterilkan jika dirasa sudah siap maka akan kami lepasliarkan ke alam,” ucap Louis.

Dia juga berterima kasih kepada H.M. Arul Sabil selaku pemilik City Forest and Farm yang telah bersedia memberikan tempatnya untuk dijadikan tempat transit monyet ekor panjang.

Sementara itu pemilik City Forest and Farm, H.M. Arum Sabil menegaskan tekadnya untuk terus mengabdikan diri terhadap lingkungan dan alam.

“Saya adalah pegiat di lingkungan hidup di bawah naungan Taruna Bumi Foundation, artinya bukan kita ingin melarang masyarakat mencari nafkah dengan topeng monyet tapi monyet ini sangat berbahaya, dikhawatirkan nanti monyet yang mengidap TBC menjadi agen penyebar penyakit tersebut kepada masyarakat, belum lagi bahaya rabies jika tergigit,” pesannya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here