Ruwatan Jember dengan Baca Kitab Suci Al Qur’an

Warga Jember mengikuti sema'an kitab suci Al-Qur'an di halaman lobi bawah kantor Pemkab Jember. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Sabtu (24/8/2019) suaraindonesia-news.com – Ruwatan atau Ngeruwat merupakan tradisi suku jawa yang secara turun temurun masih dilaksanakan hingga sekarang. Tradisi ini sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya demi kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Di Jember, tradisi ruwatan dilaksanakan dengan membaca kitab suci Al Qur’an yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Mulai dari pagi, sejumlah masyarakat Jember berbondong-bondong mendatangi kantor Pemkab Jember untuk bersama-sama membaca atau sema’an Al Qur’an.

Kasri (79) warga Dusun Wonoroto Desa Umbulsari Kec. Umbulsari Jember datang mengikuti sema’an Al Qur’an bersama warga di desanya sejumlah 3 unit bis.

“Saya ke sini bersama warga, 3 bis, Alhamdulillah dengan adanya sema’an Al Qur’an berdampak positif ke depannya dan yang muda-muda juga meneruskan tradisi ini,” ucap Kasri di sela-sela acara, Sabtu (24/8) sore.

Dia mengaku telah mengikuti tradisi ini untuk kali ketiga.

Heri Purwanto (30) warga Desa Mundurejo Kec. Umbulsari menilai positif dengan cara membaca Al Qur’an untuk Jember lebih baik ke depannya.

“Kegiatan yang bagus, sebagai umat muslim kita membaca Al Qur’an, semoga ini berdampak positif bagi Jember ke depannya,” ungkap Heri.

Dia datang bersama warga di desanya sejumlah 10 unit mobil komuter.

Wabup Jember, KH. Abdul Muqit Arif mengatakan kegiatan semaan Al Qur’an merupakan agenda tahunan yang digelar Pemerintah Kabupaten Jember.

Rutinitas ini berangkat dari keinginan terdalam Pemerintah Kabupaten Jember agar Jember menjadi Kabupaten yang religius sekaligus memberikan dampak baik bagi perkembangan Jember ke depannya.

“Dari sanubari yang paling dalam, ingin sekali mengantarkan Jember menjadi kabupaten dan masyarakat yang religius,” kata Wabup Muqit.

Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Majelis Semaan Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Gus Miek Jantiko Mantab Jember.

Sholat subuh berjamaah mengawali acara semaan tersebut. Bertindak sebagai imam yakni KH Syaifullah dari Kediri.

Lebih jauh, Wabup Muqit menjelaskan, masyarakat yang religius artinya masyarakat yang senantiasa mendekat kepada Allah, masyarakat yang dalam perjalanan hidupnya dan menjalankan tugasnya mendapatkan sinar Al Qur’an.

Wabup mengaku sangat yakin dengan ridho dan karunia Allah SWT serta dengan barokah Al Qur’an, perkembangan Kabupaten Jember terus meningkat.

“Tetapi juga bernuansa ukhrowi. Syukur-syukur bisa menjadi amal yang kita harapkan tatkala kembali kehadirat Allah SWT,” tuturnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Mariska

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here