1.664 Pendaftar CPNS Mamasa Berebut 220 Formasi

Simulasi seleksi pelamar CPNS

MAMASA, Senin (29/10/2018) suaraindonesia-news.com – Ribuan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wilayah Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, akan menguji nasib dengan memperebutkan 220 formasi yang diikuti oleh peserta berjumlah 1.664 orang.

220 formasi yang dimaksud terdiri dari formasi tenaga pendidikan sebanyak 184 dengan total pendaftar 1.368 orang, formasi tenaga kesehatan sebanyak 27 dengan total pendaftar 216 orang, sementara untuk tenaga teknis 9 formasi dengantotal pendaftar 120 orang.

Hal tersebut dipaparkan Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mamasa Deyane E.R. Taulu, saat ditemui diruang kerjanya pada Senin 29 Oktober 2018.

“Jadwal tesnya nanti akan dilaksanakan di Kabupaten Polewali Mandar, Jumat 2 sampai Sabtu 3 November 2018,” terang Deyane.

Lanjut Deyane, untuk seleksi CPNS formasi khusus, seperti Eks. tenaga honorer sebanyak 9 formasi samapai saat ini untuk kategori 2 belum ada pendaftarnya. Untuk formasi khusus lainnya seperti cumlaude, terdapat 11 formasi dan pendaftarnya hanya 5 orang, sementara penyandang disabilitas, disediakan 2 formasi yang mendaftar hanya 1 orang.

Selain itu Deyane E.R. Taulu menjelaskan, teknis tes seleksi CPNS yang akan dilaksanakan nantinya, akan dibagi dalam beberapa sesi. Pada tiap sesi, jumlah peserta yang mengikuti tes dibatasi antara 50 sampai 200 peserta. Hal itu disebabkan karena fasilitas komputer yang disiapkan hanya 200 PC.

“Karena hari pertama itu bertepatan hari jumat, jadi waktunya singkat, sehingga kita batasi peserta yang ikut tes hanya sebanyak 664 peserta dari empat sesi, waktunya itu 90 menit per sesi. Kalau hari kedua karena waktu panjang maka pesertanya 1.000 orang terbagi dalam lima sesi,” katanya.

Deyane menjelaskan, sebelumnya total pelamar sebanyak 1.704 orang, namun yang dinyatakan lolos tahapan administrasi hanya 1.664 orang saja. Ada banyak faktor yang menyebabkan beberapa pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat, seperti ijaza pelamar tidak sesuai formasi yang dilamar, bahkan ada yang indeks prestasi komulatif (IPK) pelamar tidak memenuhi standar.

“Indek prestasi yang distandarkan itu 2,5 IPK, tetapi ada yang tidak mencukupi nilai yang distandarkan,” pungkasnya.

Reporter : Bung Wahyu
Editor : Amin
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here