Duka Insiden Kecelakaan Laut Sapeken Sumenep, PMKS Gelar Doa Bersama

PMKS saat menyelenggarakan Do'a bersama yang dilakukan tadi malam di Mesjid Menanggal Surabaya

SURABAYA, Selasa (13/3/2018) suaraindonesia-news.com – Tenggelamnya kapal perahu yang mengangkut para santri beserta Ustadz Pondok Pesantren Abu Hurairah Sapeken beberapa hari yang lalu, menyisakan duka yang mendalam, baik dikeluarga korban, internal pesantren, masyarakat Kepulauan tak terkecuali dari Elemen Mahasiswa Kepulauan Kangean, salah satunya dari Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Kangean Surabaya (PMKS) Uung Badrul Fahrudi ketika ditemui dikantornya, Jalan Kutisari Surabaya, Hari ini, Selasa (13/03/2018).

Duka yang mendalam kita rasakan bersama, karena korban yang meninggal adalah santri atau santriwati, penerus kepemimpinan Bangsa ini, sehingga kami bener-bener merasa kehilangan adik kami (korban meninggal) itu.

“Mereka yang meninggal adalah aset Bangsa, santri dan santriwati. Oleh karenanya saya secara pribadi dan kelembagaan (PMKS) menyampaikan duka yang mendalam atas kecelakaan laut yang terjadi ini,” imbuhnya dengan suara terbata-bata.

Lebih lanjut Uung yang biasa dipanggil ini menambahkan bahwa PMKS menyelenggarakan Do’a bersama atas insiden ini, yang dilakukan tadi malam di Mesjid Menanggal Surabaya agar supaya yang masih sakit diberi kesembuhan secara fisik dan batin, dan yang meninggal diberikan tempat yang istimewa dihadapan Allah SWT.

“Kita tadi malam melakukan Do’a bersama di Mesjid untuk saudara kita yang menjadi korban insiden kecelakaan laut ini,” sambungnya.

Harapan dari sang ketua umum, agar kecelakaan ini tidak lagi terjadi dan keluarga korban meninggal untuk ikhlas dan tetap dalam kesabaran.

“Saya berharap, insiden ini tak lagi terjadi, serta kepada keluarga korban yang meninggal untuk tabah dalam menghadapi, karena saya yakin dengan niat untuk pengajian/perjuangan Agama, saudara kita insyaallah diistimewakan oleh Allah S.W.T. dialam sana. Amin,” tutupnya sambil berlinang air mata, ketika diwawancarai oleh Suara-Indonesia News.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Kamis (8/3/2018) sekira pukul 14.45 WIB, perahu yang bernama “Kota Baru” yang mengangkut puluhan penumpang termasuk 27 siswa/santri Pondok Pesantren Abu Hurairah bertolak menuju Desa Tanjung Kiaok, Sapeken untuk hadir dalam sebuah pengajian.

Tapi naas, saat tiba di sebelah barat pulau Saredeng Besar, Sapeken, perahu tersebut miring ke sisi kiri sehingga penumpang tercebur ke laut.

Reporter : Achmad Ajib
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here