Zona Merah di Kabupaten Sampang Memprihatinkan, Pasien Covid-19 Mencapai 23 Orang

oleh -174 views

SAMPAMG, Kamis (28/5/2020), suaraindonesia-news.com — Usai hari raya Idul Fitri 1441 H, posisi status zona merah di Kabupaten Sampang, semakin memprihatinkan, sampai hari ini jumlah pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), terus ada penambahan. Total jumlah pasien positif Covid-19, sudah mencapai 23 orang.

Pantauan suaraindonesia-news. com, dilaman resmi Dinkes.sampangkab.go.id per hari Kamis (28/05/2020), sekitar pukul 16.36 WIB, menyebutkan bahwa jumlah pasien positif sebanyak 23 orang. Sementara, untuk pasien positif yang dinyatakan sembuh hingga saat ini sebanyak 4 orang.

Untuk jumlah yang masih dirawat intensif serta menjalani isolasi sebanyak 18 orang, dan meninggal dunia 1 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sebanyak 20 orang, 6 orang masih dirawat, 3 orang selesai pengawasan, dan 1 orang meninggal dunia.

Juru bicara Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sampang, Moh Djuwardi, membenarkan bahwa ada penambahan jumlah pasien yang terconfirm positif sebanyak 5 orang, dengan tambahan 1 pasien kiriman dari luar dan informasi tersebut baru saja diterima oleh pihaknya.

“Iya benar, tadi ada tambahan 1 pasien inisial M (26) perempuan asal Kecamatan Kedungdung yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Sekapuk Gresik. Jadi hingga saat ini total ada sebanyak 23 orang yang terconfirm positif,” ungkapnya.

Adapun lima orang yang terconfirm positif terbaru diantaranya pasien ke 18 inisial Q (19) merupakan Ibu Rumah Tangga cluster dari Rongtengah asal Kecamatan Sampang.

Kemudian, kata dia, pasien ke 19 inisial A (57) merupakan suami dari PDP yang telah meninggal asal Kecamatan Sampang. Pasien ke 20 berinisial F (52) perempuan yang merupakan cluster pegawai RSUD dr Mohammad Zyn asal Kecamatan Sampang.

“Pasien ke 21 berinisial M (39) pria asal Kelurahan Polagan, cluster pasar dan terakhir pasien ke 22 berinisial A (36) perempuan yang berprofesi sebagai pedagang kain di Pasar Srimangunan asal Kecamatan Sampang,” bebernya.

Dengan hasil ini, Djuwardi kembali mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan menghadapi Covid-19. Khususnya pemakaian masker dan physical distancing, caranya dengan menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Untuk itu, kita harus terus waspada, tapi tetap jangan panik, mari putus rantai penyebaran Covid-19 ini dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya menjelaskan kondisi perkembangan Corona di Sampang,’ tandasnya.

Reporter : Nora/War
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *