YARA dan GMPK Kembali Pertanyakan Kasus Korupsi 6,3 M Proyek Pusat Pemerintahan Aceh Timur

oleh -349 views
Foto : Indra Kusmera, SH Ketua YARA Perwakilan Aceh Timur dan Khaidir Ketua GMPK Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Senin (13/04/2020) suaraindonesia-news.com – Sudah hampir 10 tahun berjalannya pemeriksaan kasus Pembangunan Pusat Pemerintahan aceh timur namun sampai sekarang belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu disampaikan oleh ketua Yara Perwakilan Aceh Timur Tgk. Indra Kusmeran S.H dan Gmpk Aceh timur Khaidir SE kepada media di sebuah cafe Kota Idi Rayeuk. Senin (13/04).

“Padahal sesuai Laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI nomor 21.C/LHP/XVIII.BAC/10/2011 Tanggal 27 oktober 2011 yang masa itu ditanda tangani oleh Moh Anis, S.E Ak, MM selaku penanggung jawab pemeriksaan. menemukan adanya kelebihan bayar yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar 6.3 Milyar,” ungkapnya.

“Sudah sekian lama prosesnya Akan tetapi yang menjadi tanda tanya, kenapa sejauh ini belum juga ada kepastian hukum, tidak ada yang ditetapkan satu orang pun tersangka dalam Kasus tersebut,” ujar Khaidir.

Oleh karena itu pihaknya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (Yara) Perwakilan Aceh Timur dan Gerakan Masyarakat perangi Korupsi (GMPK) Aceh Timur mendesak dan akan segera menyurati Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh guna untuk secepatnya menetapkan PPTK dll sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi proyek pusat Pemerintahan Aceh timur senilai Rp. 143,3 miliar.

“Apabila permintaan kita tidak diindahkan, maka kita akan menyurati dan melaporkan ke kejagung dikarenakan lambannya penanganan perkara yang tidak kunjung selesai sudah hampir 10 tahun berjalan dikejati Aceh,” ancam Khaidir

Ketua Yara Indra Kusmera menambahkan, bahwa pihaknya menduga mangkrak nya proses hukum kasus korupsi Proyek Pembangunan Pusat Pemerintahan Aceh Timur, pihak Kajati ada kesengajaan mempetieskan.

“Padahal sudah jelas kerugian negara mencapai 6,3 Milyar bedasarkan LHP BPK, jika ini tidak ada tindak lanjut dari Kajati, YARA dan GMPK akan membawa kasus ini ke kejaksaan Agung di Jakarta,” pungkas nya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *