Yahya Boh Kaye Minta BPOM dan Dinkes Aceh Timur Awasi Depot RO Air Isi Ulang

oleh -95 views
Foto : M.Yahya Ys Anggota Komisi D DPRK Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Jumat (14/08/2020) suaraindonesia-news.com – Usaha depot Reverse Osmosis (RO) isi ulang air minum dinilai luput dari pengawasan Dinas Kesehatan Aceh Timur dan BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan), diduga banyak usaha RO isi ulang yang beroperasi tidak mengikuti standar prosedur kesehatan yang telah ditetapkan Kementrian Kesehatan. Hal ini bisa berdampak pada ancaman kesehatan masyarakat/konsumen. Demikian disampaikan Anggota DPRK Aceh Timur M. Yahya Ys kepada media ini Kamis 13/08 di Cafe Banda Kupi Idi Rayeuk.

Menurut anggota Komisi D yang membidangi masalah kesehatan tersebut mengatakan bahwa disinyalir banyak usaha RO isi ulang air minum yang beroperasi di Aceh Timur tidak memenuhi standar kesehatan sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002 Tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.

“Sesuai dengan pasal 4 point 1 Undang Undang nomor 8 tahun 1999, tentang konsumen, bahwa konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan jasa,” terangnya.

Menurut Politisi Partai Aceh ini. Bila kurang pengawasan terhadap depot RO Isi ulang oleh pihak berwenang dalam hal ini Dinkes dan BPOM dikhawatirkan air yang diproduksi mesin RO ini tidak memenuhi standar kesehatan sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, akan berdampak timbulnya penyakit.

“Bahkan bisa saja sebagian depot RO air isi ulang yang beroperasi tidak memiliki perizinan, atau izin nya sudah tidak berlaku, bahkan bisa saja saringan mesin RO tak pernah diganti, dimana setiap 1-2 bulan sekali saringan harus diganti,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, persoalan air minum tidak boleh dianggap sepele, karena menyangkut kesehatan masyarakat dan dampak lain yang ditimbulkan.

“Dinkes dan BPOM harus memperketat pengawasan terhadap usaha depot RO isi ulang air minum yang beroperasi di Aceh Timur, selama ini terkesan luput dari pengawasan,” tandas pria yang akrab disapa Yahya Boh Kaye itu.

“Usaha ini menyangkut kesehatan masyarakat, Dinkes dan BPOM harus mengawasi dengan ketat, agar pemilik.usaha dapat menjaga kualitas, sanitasi dan lain nya, sehingga air yang dikonsumsi oleh konsumen benar- benar aman dan higenis,” tutup Yahya Boh Kaye

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *