Wong Kito Turun Gunung di Turnamen iForte Table Tennis Indonesia All Star 2020

oleh -530 views
Gilang Maulana, Atlet Tenis Meja Nasional.

SURABAYA, Rabu (5/8/2020) suaraindonesia-news.com – Atlet tenis meja nasional Gilang Maulana sudah tak sabar ingin tampil dan membuktikan dirinyalah yang terbaik di turnamen iForte Table Tennis Indonesia All Star 2020 yang akan berlangsung di Pitstop Xiom Table Tennis Centre Palembang 15-16 Agustus 2020 mendatang. Ia juga memuji keseriusan dari pihak panitia, Pasalnya, Event ini diadakan ditengah-tengah pandemi Covid-19 dan carut-marutnya kepengurusan Persatuan Tenis meja Nasional (PTMSI) yang belum berujung.

“Turnamen iForte Table Tennis Indonesia All Star 2020 ini sangat bagus sekali karena semua pemain terbaik Indonesia kumpul, tidak melihat dari kubu Pengurus Pusat (PP) ataupun Pengurus Besar (PB). Di ajang ini, Kami atlit tenis meja Indonesia akan membuktikan bahwa atlet-atlet tenis meja Indonesia selalu kompak dan bisa mandiri,” kata Gilang kepada suaraindonesia-news.com, disela-sela kesibukannya sebagai pelatih kepala di PTM STONI yang dimiliki oleh pemilik Faber Castell, Kemarin.

Atlet kelahiran Palembang 30 tahun yang lalu ini, Mengenal tenis meja sejak usia 6 tahun. Saat itu, Gilang kecil hanya dilatih oleh Ayahnya, Satria Sani. Ia merupakan sosok seorang ayah yang telaten dalam melatih dan hobi pingpong yang memiliki jaringan luas di dunia tenis meja di Palembang, Sumatera Selatan.

“Pada September tahun 2000, Kami pindah ke Kota Kediri. Disana Saya ikut PTM Gudang Garam di Kediri,” kata peraih emas di Internasional Milo ASEAN Championship 2000 ini.

Karena keuletan, semangat yang tinggi dan motivasi dari kedua orangtuanya, akhirnya di PTM Gudang Garam Kediri, Gilang bisa meraih prestasi perdananya di Pekan Olahraga Daerah (PORDA) 2001, Di Jombang,Jatim. Ia berhasil menjadi juara di usia 10 tahun untuk 2 kategori sekaligus. yaitu juara 1 kategori pemula (usia dibawah 12 tahun) dan juara 1 kategori Kadet (usia dibawah 15 tahun).

“Semenjak itu, Gilang mendapatkan beasiswa dan dikontrak oleh PTM Gudang Garam selama 12 tahun (9 tahun dan perpanjangan 3 tahun).Dan digembleng pelatih asal Cina serta sering mengikuti event diluar Indonesia dengan atas nama Klubnya. Ini semua, takluput dari motivasi dan doa dari mama dan papa saya,” ujar atlet yang mengakhiri masa lajangnya di 2016 silam ini.

Tak cukup berprestasi di level junior, Gilang pun menjadi atlet senior nasional. Di PON Riau 2012, Ia meraih 2 emas dinomor beregu dan double serta 2 medali perak di single dan mix double.

Setelah itu Gilang pindah ke Jakarta untuk mengikuti SEA Games 2015 di SIngapura. Diajang tersebut,Ia meraih perunggu dan PON 2016 Jawa Barat, Ia meraih 1 emas (beregu), 1 perak (double) dan 1 perunggu (single).

Disisi lain, Gilang yang sempat masuk pelatnas SEA Games, Memilih mundur dari pelatnas dikarenakan konfik
Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) pimpinan Oegroseno dan dua Pengurus Besar (PB PTMSI) pimpinan Lukman Edi dan Peter Layardi. Sebagai pemain senior tenis meja, Menurutnya konflik seperti ini terus terang menghambat atlet untuk berprestasi. Pemilihan pemain lebih dominan pada kedekatan kubu yang bertikai dan itu membuat seleksi tidak berjalan dangan fair.

“Ada 2 kubu yang bertikai menyebabkan tidak ada lagi kebanggan saya sebagai pemain nasional. Pemain nasional justru memiliki kubu masing-masing dan atletnya yang jadi korbannya,” tukas bapak dua orang anak ini.

Lebih dari 7 tahun para pengurus bertikai, Ia berharap para petinggi tenis meja segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di induk organisasi tenis meja ini

“Dengan duduk bareng diharapkan terjadi titik temu. Bila diperlukan, Pemerintah harus ambil alih permasalahan ini. Dibekukan dulu lalu bikin munas. Biar atlet tidak terhukum dengan kondisi ini. Pemerintah harus tegas karena hanya pemerintah yang bisa menyelesaikan masalah ini,” pungkas peraih emas Pro-Tour Championship Qatar 2007.

Reporter : Agus DC
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *