WNA Bekerja Di Pulau Tello Diduga Tanpa Izin, Pemerintah di Tingkat Kecamatan Tidak Tau

Reporter: T2g

Pulau Tello, Minggu 11/09/2016 (suaraindonesia-news.com) – Masyarakat Pulau Tello sangat kuatir keberadaan WNA yang berasal dari Negara Australi di Pulau Sibolo (bagian salah satu pulau yang ada di Pulau tello), bagai mana tidak, biasanya yang namanya Warga Negara Asing (WNA) datang di suatu daerah terpencil di Pulau Tello pasti sebagai turis tapi kali ini berbeda ternyata WNA yang datang itu justru bekerja di suatu pulau yang ada di Pulau Tello yaitu Pulau Sibolo, bahkan dari keterangan salah satu warga yang tidak mau di sebut namanya mengatakan WNA itu sudah menjelang 2 tahun bekerja di disini sebagai Manejer perusahaan dan juga ada sebagai tukang.

“Saat aparat desa menanyakan legalitas mereka bulan Mei 2016 lalu ke 4 WNA tersebut tidak dapat menunjukan dokumen untuk bisa bekerja di Indonesia,” jelas FD.

FD juga menjelaskan keterangan nama serta jabatan ke 4 WNA tersebut masing masing bernama Mr. Simons David alias Deva mengaku sebagai Manajer perusahan, Mr. Jajang dan Mr. Rasell sebagai tukang sedangkan Mr. Todi sebagai perancang instalasi air dan pipa.

FD menambahkan bahwa saat ini ke 4 WNA tersebut bekerja untuk membangun perusahan di bidang pariwisata di Pulau Sibolo yang terletak di wilayah desa Baruyu Lasara, Pulau Tello.

Kepala Desa Baruyu Lasara Amasanato Laowo mengatakan bahwa ke 4 WNA tersebut memiliki KITAS.

Pengertian KITAS yang dimaksud oleh kepala desa sesuai uu keimigrasian adalah Izin Tinggal Terbatas (KITAS/ITAS) adalah izin yang diberikan pada orang asing pemegang Izin Tinggal Sementara. Menurut pasal 31 PP No. 32 Tahun 1994 tentang Visa, Izin Masuk, dan Izin Keimigrasian (“PP No. 32/1994”), Izin Tinggal Terbatas sendiri adalah salah satu jenis izin keimigrasian yang diberikan pada orang asing untuk tinggal di wilayah Negara Republik Indonesia dalam jangka waktu yang terbatas. Orang asing yang boleh mendapatkan izin tinggal terbatas adalah: Orang asing pemegang Visa Tinggal Terbatas, Orang asing pemegang Visa Terbatas, Orang asing yang bekerja sebagai nakhoda, anak buah kapal di kapal atau alat apung atau sebagai tenaga ahli pada kapal atau alat apung yang langsung bekerja di perairan nusantara, laut teritorial atau pada instalasi landas kontinen atau pada zone ekonomi eksklusif.

Begitu juga keterangan dari kantor Camat Pulau Batu mengatakan pihaknya tidak tahu tentang semua hal berkaitan WNA tersebut.

“Yang kami tahu pernah mereka mengurus IMB disini tapi itu saja seterusnya apa IMB itu sudah keluar atau tidak kami tidak tau,” tutur staf kantor camat yang didampingi Sekcam.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Koramil Pulau Tello kalau keberadaan WNA di Pulau Sibolo tersebut mereka tidak tahu.

Dari itu FD sebagai masyarakat Pulau Tello meminta kepada pemerintah Nias Selatan dan pemerintah Indonesia agar sesegera mungkin bisa mengecek status keberadaan ke 4 WNA tersebut agar kami sebagai masyarakat tidak kuatir dengan keberadaan mereka di Pulau kami, tutur masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here