BeritaEkonomiNewsRegionalSosial Budaya

Warung UMKM di Pantai Salam Saebus Mulai Bermunculan, Dukung Kebangkitan Ekonomi Warga

×

Warung UMKM di Pantai Salam Saebus Mulai Bermunculan, Dukung Kebangkitan Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini
IMG 20260320 125024
Foto: Aktivitas pembangunan warung dan stan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Wisata Pantai Salam, Pulau Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, terlihat mulai ramai dilakukan.

SUMENEP, Jumat (20/3) suaraindonesia-news.com – Aktivitas pembangunan warung dan stan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Wisata Pantai Salam, Pulau Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mulai ramai dilakukan. Hal ini menjadi bagian dari persiapan menjelang pembukaan resmi destinasi wisata tersebut.

Pantai Salam kini tidak hanya dikenal sebagai objek wisata alam, tetapi juga berkembang menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat. Pengembangannya diarahkan sebagai kawasan wisata partisipatif yang memadukan keindahan alam, aktivitas UMKM, serta kekayaan budaya lokal.

Transformasi tersebut terlihat dari keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan kawasan. Pantai Salam menjadi ruang tumbuh bagi perekonomian warga setempat.

Pengelola Pantai Salam, Tanni, mengungkapkan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak satu bulan terakhir, dengan fokus pada pembenahan infrastruktur dasar yang ramah pengunjung.

“Perbaikan pagar, pembangunan toilet umum, area parkir, musholla, hingga gazebo kami siapkan untuk menciptakan kenyamanan wisatawan,” ujarnya.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut. Prinsip transparansi dan pemberdayaan warga terus dijaga.

“Semangat kolaborasi ini menjadi kekuatan kami. Semua dikelola secara terbuka dan melibatkan masyarakat,” terangnya.

Selain itu, peran generasi muda juga dinilai penting dalam mendukung pengembangan wisata. Pemuda setempat aktif mempromosikan Pantai Salam melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, hingga YouTube.

“Kami sadar pentingnya promosi digital. Sekarang anak-anak muda desa mulai aktif memproduksi konten dan mengelola informasi destinasi lewat media sosial,” tambah Tanni.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, Pantai Salam direncanakan akan resmi dibuka tiga hari setelah Hari Raya Idulfitri. Sejumlah stan dan warung UMKM yang mulai tertata rapi menjadi bagian dari kesiapan menyambut wisatawan.

Kehadiran kawasan wisata ini diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik baru, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Pulau Saebus secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan