WARTAWAN DI TANTANG SUMPAH POCONG

oleh

Jember, Suara Indonesia-news.com – panitia pemilihan direktur polije, menantang wartawan untuk melakukan sumpah pocong.tantangan itu di sampaikan saat melaksanakan sesi Tanya jawab, yang menyuarakan adanya dokumen yang berisi pembagian periode jabatan kepada direktur. saya sama anda (wartawan, red), sekarang juga kalian saya tantang, untuk melaksanakan sumpah pocong di masjid (siap apa tidak) kata alamsyah sutantio yang juga sebagai ketua panitia pemiliha direktur polije jember.

Tantangan itu adalah bentuk sebuah jawaban atas pertanyaan salah satu wartawan dari media local, yang menanyakan, apakah bapak alamsyah mengetahui dokumen yang telah beredar di kalangan civitas kampus polije.saya tegaskan, sampai sekarang saya tidak pernah tahu yang beredar tuturnya. proses pemilihan direktur menurut saya sudah sesui dengan tahapan-tahapan, saat ini tinggal menunggu tahapan pemilihan, sesuai jadwal tanggal 12 desember.alamsyah menjelaskan,saat ini tinggal menunggu ketetapan menteri yang memiliki 35 suara.

Lebih lanjut alamsyah menuturkan,menteri memiliki hak suara yang menjadi hak priogratif, apa mau di bagi rata/di bagi kepada salah satu calon, itu terserah menteri. apapun keputusan menteri harus di taati oleh siapapun nantinya yang akan terpilih terkait kecurangan terhadap panitia, menjadi sekenario pemilihan direktur, alamsyah menegaskan, ia di pilih menjadi ketua panitia pemilihan karena di pilih oleh senat, tugas saya hanya menyiapkan segala sesuatu terkait pemilihan.

Pemilihan ini berpedoman pada peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan no 33 tahun 2012, sehingga semua pelaksanaan di lakukan oleh senat. jelasnya terkait adanya sekenario dalam dokumen yang beredar, alamsyah mengatakan hal itu tidak menjadi kenyataan, seandainya draf itu terwujud mestinya suara terbanyak akan di raih oleh bapak agus.bahkan alamsyah meyakinkan kepada awak media bahwa kunci pintu ruang panitia saya ganti dengan yang baru dan itupun pakai uang pribadi saya, maaf saya sendiri juga mengganti kunci pintu ruang saya, agar tidak menimbulkan kecurigaan dan netralitas saya pribadi, dan kami selaku panitia dalam proses pemilihan akan selalu netral dan professional pungkas alamsyah. (dik/middin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *