PATI, Selasa (21/02/23) suaraindonesia-news.com – Warga yang tinggal di Perum Taman Mutiara Persada (TMP) dan Desa Wangunrejo Kecamatan Margorejo, menuntut sejumlah pejabat di Pati, Jawa Tengah dicopot dari jabatannya.
Tuntutan itu, merupakan buntut atas peristiwa penggerebekan yang dilakukan aparat gabungan dari Polresta Pati dan Satpol PP Kabupaten Pati, terhadap warung kerang milik warga setempat, pada 9 Februari lalu.
Warga melalui Ketua Rt 01, Rt 02 dan Rt 03, serta Ketua Rw 03 di lingkungan perumahan tersebut, menuntut agar oknum Perangkat Desa Wangunrejo, Kapolsek Margorejo dan Kasat Pol PP Pati, dicopot dari jabatannya.
Tuntutan tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan penyampaian pendapat di depan umum (unjuk rasa) yang dilayangkan pihak warga kepada Kapolresta Pati.
Disebutkan, unjuk rasa akan dilakukan warga pada Rabu (22/02) besok dengan menyasar 4 lokasi, yakni Kantor Desa Wangunrejo, Mapolsek Margorejo, Kantor Satpol PP dan gedung DPRD Pati.
Kordinator aksi, Supriyono mengatakan, selain tuntutan di atas, pihaknya juga meminta agar pelaku pembuat laporan palsu yang mengakibatkan terjadinya penggerebegan tersebut, ditangkap dan diproses hukum, serta stop diskriminasi terhadap warga Perum Taman Mutiara Persada.
“Adanya laporan palsu atau fitnah yang ditujukan kepada warung kerang, dengan menyebut sebagai tempat hiburan malam, menjual miras dan sound sistem yang mengganggu lingkungan. Yang mana, pada malam itu, datang puluhan personel dari kepolisian dan Satpol PP, tanpa koordinasi dengan RT-RW setempat,” ujar Supriyono.
Menurutnya, warga di lingkungan perumahan menjadi resah akibat tindakan yang dilakukan aparat tanpa adanya koordinasi. Dan dibalik itu, Supriyono mencium adanya upaya adu domba oleh oknum perangkat desa.
Aksi unjuk rasa warga direncanakan akan diikuti sekitar 500 orang dengan alat peraga spanduk, pengeras suara dan mobil komando.
Tuntutan lain warga, yaitu diserahkannya jalan sepanjang 1,4 kilometer yang masih berstatus milik Perhutani KPH Pati, menjadi jalan milik desa, yang selama ini digunakan sebagai akses warga.
Jalan itu juga diminta dilakukan perbaikan, mengingat kondisinya rusak diduga akibat muatan bertonase besar dari kendaraan truk yang beraktivitas di pabrik kertas tisu, PT Tri Jaya Tisue.
Reporter: Usman
Editor: Wakid Maulana
Publisher: Nurul Anam












