Warga Terdampak Banjir Harapkan Makanan dan Air Minum

Banjir Sampang

Reporter : Nora/Luluk
Sampang, Senin 10/10/2016 (suaraindonesia-news.com) – Hantaman banjir bah yang kembali menyerang Kabupaten Sampang terutama di Kecamatan Kota Sampang, Senin (10/10/2016), kembali membuat warga di Kecamatan Kota Sampang, menderita. Saat ini warga terdampak banjir paling parah seperti di Kelurahan Gunung Sekar, Kelurahan Dalpenang dan Kelurahan Rong Tengah, mengharapkan bantuan makanan dan air bersih untuk minum.

Seperti diungkapkan Hasaniyah (39), warga Kajuk Barat Kelurahan Rong Tengah, yang rumahnya terdampak banjir cukup parah mengharapkan bantuan makanan dan air minum. Karena datangnya banjir yang  begitu cepat dan  tiba-tiba membuat warga tidak sempat untuk memasak nasi untuk persiapan mengungsi.

“Kami tidak menyangka bakal terjadi banjir lagi yang cukup parah. Selain itu, datangnya air begitu cepat dan tiba-tiba, sehingga kami tidak sempat  memasak nasi untuk persiapan mengungsi. Untuk itu, kami berharap ada bantuan makanan dan air minum dari Pemkab Sampang,” terang Hasaniyah, saat mengungsi di tempat aman, kemarin.

Dikatakannya, hampir setiap terjadi bencana banjir, di daerah kajuk barat yang merupakan daerah terdampak banjir paling parah, karena berada di pingggir aliran sungai Kemuning, tidak pernah mendapatkan bantuan makanan dan minum. Padahal, warga di daerah itu, jika terjadi bencana banjir sangat membutuhkan bantuan.

“Pembagian makanan harus merata, jangan hanya di salurkan pada warga yang terdampak banjirnya tidak parah dan mudah di jangkau. Kasian kami korban banjir yang berada di lokasi yang terdampak banjir cukup parah,” imbuhnya.

Ungkapan senada juga dilontarkan warga terdampak banjir di Jl Delima. Ketinggian air di daerah Jl Delima sudah mencapai satu meter lebih. Warga sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, saat ini mereka membutuhkan makanan dan minuman. Karena, sejak pukul 07.00 pagi, hingga saat ini warga belum menerima bantuan makanan dan minum.
“Warga di Jl Delima sangat membutuhkan makanan dn minum. Karena menjadi lokasi yang terdampak banjir  cukup parah. Tanpa bantuan makanan dan minum dari Pemkab Sampang, maka masyarakat akan kelaparan. Terutama jika malam hari nanti,” terang H. Maula.

Dikatakanya, petugas dalam menyalurkan bantuan makanan dan minum bagi korban terdampak banjir harus merata. Terutama di daerah yang terdampak banjir paling parah.

“Sebab, warga hanya mengharapkan bantuan dari Pemkab Sampang, untuk bertahan hidup selama banjir belum surut,” tandasnya.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here