KOTA BOGOR, Minggu (22/12) suaraindonesia-news.com – Aktivitas pembakaran sampah di RT 003/RW 004, Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, terus menjadi sorotan warga. Meski berbagai pihak, mulai dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, hingga DPRD dan Wali Kota Bogor, telah berupaya menghentikan praktik ini, pembakaran tetap berlangsung tanpa solusi konkret. Warga pun mengkritik pemerintah Kota Bogor karena dinilai gagal menegakkan peraturan secara tegas dan efektif.
Oding Sujana, yang disebut sebagai pelaku pembakaran, sebenarnya telah menandatangani surat pernyataan pada Juli 2023 untuk tidak lagi melakukan aktivitas tersebut. Namun, ia tetap melakukannya setiap pagi dan sore, sehingga menyebabkan polusi udara yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.
Keluhan ini disampaikan salah satu warga, Mardiah, yang bahkan menghubungi Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, melalui pesan WhatsApp. Dalam pesannya, Mardiah menuliskan, “Di rumah ada lansia dan anak saya, tapi bukan anak kecil, Pak. Aktivitas kami sangat terganggu. Saya dan anak-anak punya asma, jadi sering kambuh. Pembakaran dilakukan pada pagi dan sore hari.”
Mardiah juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dianggap tidak mampu menangani masalah ini.
“Kami merasa pemerintah lumpuh menghadapi masalah ini. Teguran, peringatan, bahkan intervensi langsung tidak membuahkan hasil. Apakah penegakan Perda hanya formalitas? Kami yang menderita akibatnya,” tegasnya.
Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki lebih jauh mengenai kepemilikan properti tempat pembakaran sampah dan pihak yang mempekerjakan Oding.
“Pemilik rumah juga harus bertanggung jawab dan menertibkan pekerjanya. Ini bukan hanya pelanggaran Perda, tetapi juga bentuk ketidakpedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Meskipun berbagai instansi telah turun tangan, termasuk Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup, tidak ada tindakan nyata yang menghentikan pembakaran ini. Situasi ini membuat warga semakin kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan pemerintah daerah.
Warga mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembakaran serta pihak-pihak yang terlibat. Mereka juga berharap adanya perhatian khusus terhadap kesehatan masyarakat yang terganggu akibat polusi asap, terutama bagi penderita penyakit seperti asma.













