Warga Menangkan Gugatan PTUN Bandung Atas Salak Tower Hotel

Salak Tower Hotel

Bogor, Suara Indonesia-News.Com – Hakim Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Jawa Barat memenangkan gugatan warga terhadap Pemerintahan Kota (Pemkot)  Bogor, atas sengkarut izin hotel Salak Tower Hotel (STH) yang berada di Jalan Salak, Bogor Tengah

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Nelvi Cristin serta hakim anggota Retno Nawangsih dan Indah Mayang Sari, memutuskan, agar Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, harus mencabut dan membatalkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Tower Salak Hotel.

“Keputusan Majelis Hakim memerintahkan walikota Bogor mencabut dan membatalkan IMB Salak Tower Hotel,” kata kuasa hukum penggugat Anjas Hilman didampingi Prof Bey kepada suaraindonesia-news Selasa (17/11/2015).

Menurutnya,Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Nelvi Christin menyatakan putusan walikota tentang IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Salak Tower dianggap batal dan tidak sah, disebabkan bangunan Hotel dengan ketinggian 20 lantai tersebut tidak mempunyai AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

“Putusan hakim sudah berkekuatan hukum. Tetapi, dalam aktivitasnya (Salak Tower) masih ada pembangunan. Kita akan minta eksekusi hasil putusan pengadilan,” kata Anjas Hilman.

Dengan adanya Putusan majelis hakim yang mengabulkan gugatan PTUN disambut dengan gembira oleh warga. “Dengan adanya putusan PTUN ini, maka rasa keadilan untuk masyarakat terutama yang ada disekitar hotel tertinggi di Kota Bogor dengan ketinggian 20 lantai ini bisa dirasakan sehingga IMB nya harus dicabut,” tegas salah seorang perwakilan warga.

Adapun alasan warga untuk menggugat STH ke PTUN adalah karena pengelola Tower Salak Hotel tidak meminta persetujuan warga sekitar saat akan membangun, bahkan terhadap warga yang rumahnya hanya berjarak 1,4 meter dari tiang pancang hotel, yang mengakibatkan kenyamanan beraktifitas dirumahnya sendiri terganggu tidak dimintak persetujuannya. (Iran G Hasibuan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here