Warga Jagalan Kembali Turun Kejalan Untuk Menolak Hotel Ampera Dan Hotel 21

Reporter: Miftakh

Grobogan, 30/07/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Hotel Ampera dan Hotel 21 kembali mendapatkan tentangan dari warga Jagalan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan karena di indikasikan oleh warga setempat tidak hanya untuk hotel belaka juga akan dibuat untuk tempat karaoeke atau tempat maksiat. tidak hanya itu saja alasan warga menentang keberadaan hotel juga menyinggung masalah perijinannya seperti IMB, ijin lingkungan dan lainnya.

Warga Jagalan merasa gerah terhadap sepak terjang pemilik hotel Ampera dan hotel 21 Lipbowo yang menggunakan bantuan advokad dan penasehat hukum,  bukannya menyelesaikan masalah dan mendamaikan suasana justru menambah memanas suasana di lingkungan warga jagalan dengan keluarnya surat dari klarifikasi dari kantor advokat dan penasehat hukum yang mewakili Lipbowo sebagai kuasa hukumnya bernomor 001/kaph-asf/VII/2016 yang ditujukan kepada Kepala BPPT Grobogan.

Dengan beredarnya surat klarifikasi dari kantor advokat dan penasehat hukum tersebut warga jagalan kembali mengadakan demonstrasi pada hari Sabtu ( 30/7/2016 ) ke kelurahan Purwodadi, BPPT Grobogan, dan Pemkab Grobogan. tiga titik tempat ini menjadi tujuan demonstrasi untuk menyampaikan aspirasinya penolakan hotel ampera dan hotel 21.

Demonstran pada waktu berada di Kelurahan Purwodadi sempat terjadi kesalah pahaman dan bersitegang antara salah satu demonstran dengan Kepala Kecamatan Purwodadi yang mewakili Kepala Kelurahan Purwadadi karena Kepala Kelurahan Purwodadi tidak berada di kantornya dan kesalah pahaman tersebut membuat demonstran lainnya merangsek ke depan pertemuan perwakilan warga dengan pihak Kelurahan Purwodadi dan mencaci maki Kepala Kecamatan Purwadadi.

Setelah di Kelurahan Purwodadi, para demonstran melanjutkan aksinya ke BPPT Grobogan untuk menemui Kepala BPPT tetapi tidak ketemu Kepala BPPT Grobogan karena tidak berada ditempat dan melanjutkan ke Pemkab Grobogan dan ditemui oleh Kepala Satpol PP dan Kepala Kesbanglimaspol juga ditemui dari perwakilan Disporabudpar dengan agenda dialog untuk  menyampaikan aspirasi penolakan hotel ampera dan 21 dengan indikasi digunakan sebagai karaoke.

Dialog tersebut hanya sebatas menerima aspirasi yang dibawa oleh perwakilan demonstran dan akan ditindak lanjuti minggu – minggu ini sebelum hari kemerdekaan agar suasana menjadi kondusif ditengah – tengah masyarakat Jagalan Purwodadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here