Warga Dan Pengguna Jalan Tonton Tamu Hotel Agria Sedang Berbuat Mesum

Reporter: Iran G Hasibuan

Bogor, Senin (12/11/2016) suaraindonesia-news.com – Warga menolak adanya hotel agria dan warga meminta agar izin hotel agria di cabut karena kejadian yang sudah dua kali di lakukan oleh tamu hotel tersebut, kejadian pertama terjadi sekitar tanggal 15 mei 2016.

Tamu hotel berbuat mesum sempat di tonton warga sekitar dan warga berusaha mendatangi pihak hotel untuk memberitahukan bahwa ada nya perbuatan mesum di hotel itu karena sangat nampak sekali terlihat oleh warga. Pada saat kejadian itu wawan salah satu warga disekita hotel meminta agar jendelanya ditutup gorden, atau di pasang kaca riben yang agak gelap.

Iwan sendiri menyayangkan pihak manajeman Hotel Agria yang tidah mengindahkan teguran masyarakat sekitar yang membuat kejadian itu terulang kembali pada tanggal 01/12 jam 11.30 wib,yang kejadian ini tambah heboh karena pengguna jalan dan anak anak kecil pada melihat adegan mesum secara gratis ini.

“Inikan bisa merusak moral anak anak di bawah umur, kalau bisa hotel agria di tutup atau di cabut perijinannya”ujar wawan dengan kesal. Menurut Wawan, sebenarnya pihak hotel agria itu kurang pendekatan sama warga, pernah warga minta bantuan untuk 17 agustusan saja tidak pernah mau kasih, jadi jika pihak hotel mengatakan ada pendekatan dengan warga itu bohong.

Sementara GM hotel agria Ali reza, saat ditemui beberapa wartawan mengatakan pihaknya merasa keberatan hotel Agria dianggap menyediakan tempat mesum, karena menurutnya semua tamu tamu hotel bebas.

“Hotel ini bukan untuk suami istri saja tapi untuk laki laki mau pun perempuan itu memang sudah tersedia karena hotel kami ini bukan hotel syariah yang khususnya untuk suami istri saja,” ungkapnya.

Rema juga mengatakan bahwa pihak Hotel Agria tetap menolak jika dianggap menyediakan tempat mesum.

“Seandainya ada yang melihat dengan jelas dengan bukti bukti yang kuat silahkan saja menghadap kami dan kami menduga kemungkinan ada salah satu warga yang mantan kerja di hotel ini yang tidak suka lalu dibuatlah cerita yang tidak tidak,” terangnya.

Reza juga membenarkan jika permintaan warga pada saat kejadian pertama itu untuk menutup kaca jendela setidaknya pake kaca film agar tidak terlihat dari luar, keluhan warga untuk sekarang ini baru kami tampung dulu karena keuangan kami tidak mencukupi untuk membeli kaca film.

“Tetapi kami sudah upayakan untuk memasang gorden yang tipis di bagian jendela kamar hotel imbuhnya. Dikatakan Reza bahwa pihaknya tidak tau jika memang tamu yang ada di dalam hotel membuka gorden tersebut, pas kejadian ramai ramai di luar ada beberapa aparat babinsa dan babinmas termasuk warga yang datang ke hotel ini untuk mediasi kami terima dan kami selesaikan dengan baik,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here