KABUPATEN BANDUNG, Rabu (28/01) suaraindonesia-news.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menekankan pentingnya kerja sama, inovasi, serta perbaikan proses bisnis dalam menghadirkan layanan pertanahan yang murah, cepat, dan tetap prudent.
Penegasan tersebut disampaikan Wamen Ossy saat memberikan pengarahan kepada jajaran Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bandung. Dalam kesempatan itu, ia didampingi Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Yuniar Hikmat Ginanjar.
“Masyarakat ingin berkasnya cepat selesai tapi tidak perlu mahal-mahal. Dua hal ini yang harus kita terjemahkan bagaimana menghadirkan pelayanan yang tidak mahal, bisa cepat, dan hasilnya tetap prudent,” ujar Ossy Dermawan.
Wamen Ossy mengapresiasi kinerja Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung yang dinilai mampu menangani volume layanan yang besar tanpa menimbulkan tunggakan berlebihan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan yang baik serta kerja keras seluruh jajaran.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan pengelolaan administrasi pertanahan ke depan akan semakin meningkat seiring bertambahnya permohonan layanan. Oleh karena itu, Kantor Pertanahan didorong untuk tidak berpuas diri dan mulai membangun sistem manajemen pengurusan berkas yang lebih efektif dan efisien.
“Di tahun 2026 berkas akan bertambah lagi. Pengurusan administrasi tidak akan berkurang, justru terus meningkat. Karena itu, kita harus mencari pola yang paling efektif dan efisien agar tugas dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Dalam arahannya, Wamen Ossy juga menyoroti tantangan dalam menghadirkan layanan yang cepat namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ia menilai, hal tersebut hanya dapat dicapai melalui penyederhanaan proses bisnis yang relevan dengan kebutuhan dan kondisi saat ini.
Menurutnya, transformasi layanan pertanahan menjadi kebutuhan mendesak, mengingat masih terdapat proses bisnis yang berbasis pada regulasi lama. Dalam konteks ini, peran Kantor Pertanahan dinilai sangat strategis karena menjadi garda terdepan yang langsung berhadapan dengan masyarakat.
“Di sinilah peran Kantor Pertanahan sangat penting, karena mereka yang langsung berhadapan dengan masyarakat dan mengetahui di mana sumber permasalahannya. Masukan dari Kantah sangat dibutuhkan oleh Kantor Pusat,” ujar Ossy Dermawan di hadapan Pejabat Administrator Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat dan jajaran Kantah Kabupaten Bandung.
Lebih lanjut, ia menyebut Kabupaten Bandung berpotensi menjadi contoh atau laboratorium pelayanan pertanahan secara nasional, mengingat kemampuannya mengelola volume layanan yang besar dengan hasil yang relatif baik.
“Kenapa Kabupaten Bandung bisa lebih sukses? Apakah karena masyarakatnya mendukung, teredukasi dengan baik, dan datang ke loket sudah mengetahui persyaratan berkas. Hal-hal seperti ini perlu kita gali dan pelajari,” katanya.
Menutup arahannya, Wamen Ossy mengajak seluruh jajaran untuk membangun komunikasi yang sehat antara pimpinan dan pegawai, serta menjaga semangat kolektif dalam meningkatkan citra Kementerian ATR/BPN di mata masyarakat.
“Kalau spirit kita untuk nama baik BPN, tentu kita tidak ingin BPN terus menjadi bahan kritik masyarakat. Mari bersama-sama kita angkat institusi ini ke arah yang lebih baik dan memperoleh citra positif,” pungkasnya.
Usai memberikan pengarahan, Wamen Ossy juga meninjau sejumlah fasilitas pendukung layanan pertanahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyerahkan sertipikat kepada masyarakat yang hadir untuk mengambil produk layanan pertanahan.












