Walikota Malang: Tak Boleh Ada Perbedaan Guru

Ribuan guru PAUD seluruh Jawa Timur mengikuti seminar nasional di Graha Cakrawala Universitas Malang. (Foto: Guntur Rahmatullah)

KOTA MALANG, Rabu (13/3/2019) suaraindonesia-news.com – Walikota Malang Sutiaji menyebut di dalam agama tidak ada pemahaman secara tekstual bahwa pendidikan terdapat pemilah baik itu formal dan nonformal.

“Bahkan jika kita buka pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan bangsa. Kami mengharapkan pemerintah untuk merevisi UU Guru dan Dosen yang sedang diperjuangkan dengan judicial review oleh Himpaudi,” terang Sutiaji kepada awak media usai membuka Seminar Nasional dengan tema ‘Guru PAUD juga Guru’ yang berlangsung di Graha Cakrawala Universitas Malang, Rabu (13/3) pagi.

Dia menjelaskan bahwa peran guru PAUD sangatlah penting karena menjadi penentu kemajuan Indonesia.

“Begitu derasnya informasi saat ini, asimilasi budaya. Kalau anak tidak dibentengi dengan keimanan, ketauhidan, moral yang ditanamkan di golden age (umur emas pada 0-6 tahun) maka sesungguhnya kita nanti akan hancur,” imbuhnya menegaskan.

Saat berita ini dirilis, Prof. Yusril Ihza Mahendra dan Ketua Umum Himpaudi Prof. Netti Herawati telah hadir di hadapan 6.003 guru PAUD seluruh Jawa Timur.

Yusril dipercaya oleh Himpaudi menjadi kuasa hukum untuk memperjuangkan kesetaraan status dalam UU Guru dan Dosen bagi para guru PAUD seluruh Indonesia melalui judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here