Walikota Langsa Serahkan Bantuan Untuk Warga Palestina

Walikota Langsa Usman Abdullah SE. menyerahkan bantuan berupa uang tunai untuk warga Palestina yang diterima oleh Sheikh Barjas Daoud.

LANGSA, Rabu (15/5/2019) suaraindonesia-news.com – Walikota Langsa Usman Abdullah, SE menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 46.972.000 untuk warga Palestina.

Bantuan tersebut hasil donasi dari Walikota, Forkopimda Kota Langsa, pimpiman OPD dan elemen masyarkat yang diserahkan kepada Syeikh Barjas Daoud Salih Elawar dari Palestina, Selasa (14/5) sore.

Pada kesempatan itu, dihadapan para jamaah Syeikh Barjas menceritakan keutamaan masjid Al Aqsha dan kondisi terkini masyarakat Palestina.

Dikatakannya, Wilayah Gaza merupakan wilayah yang tidak ada penghuni non muslim, disana semuanya muslim, bahkan mereka (penduduk Gaza) telah menyiapkan generasi qurani, menegakkan syariat islam sehingga membuat zionis israil menjadi marah dan membantai muslim di Gaza.

“Kaum muslimin di Gaza menyerahkan harta, jiwa dan raga untuk mempertahankan masjid Aqsha, warga Palestina juga yakin semua muslim di Indonesia juga akan melakukan hal yang sama,” sebut Syeikh Barjas melalui penerjemahnya.

Bukti bantuan dari Indonesia sangat jelas, Syeikh Barjas sudah beberapa kali menerima bantuan dari Indonesia untuk warga Palestina.

Sementara itu, Walikota Langsa Usman Abdullah, SE mengatakan, saat ini warga palestina terus mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan mesjid Aqsha.

“Untuk itu kita harus berterima kasih kepada masyarakat Palestina, karena merekalah mesjid Aqsha masih bertahan sampai saat ini,” imbuh Walikota.

Lanjut Walikota, mesjid Aqsha bukan saja punya orang Palestina, namun punya umat islam di dunia. “Jika kita tidak bisa berjuang secara langsung minimal kita membantu doa dan harta,” ajak Walikota.

“Saya pribadi kalau Palestina dekat, saya akan pergi kesana, ikut berjuang, begitu geramnya kita melihat zionis Israil yang setiap hari membunuh saudara kita,” imbuhnya lagi.

Ditempat yang sama, Ustadz Thabri, Lc selaku penceramah dalam taushiyahnya mengatakan, puasa bukan sekedar menahan lapar, tapi puasa adalah bagaimana melahirkan jiwa-jiwa sosial.

Setelah berpuasa, umat islam diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah.

“Untuk mensucikan orang yang berpuasa adalah zakat fitrah, yang dibagikan kepada masyarakat miskin, sehingga pada tanggal 1 Syawal tidak ada orang yang lapar, itulah hakikat puasa yang mengandung nilai sosial,” tandasnya.

Sebelumnya, Walikota Kota beserta istri turut menyantuni 124 anak yatim dari 10 Gampong yang ada di wilayah Kota Langsa.

Reporter : Rusdi Hanafiah
Editor : Agira
Publisher : Mariska


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here