Reporter: T2g
GUNUNGSITOLI, Rabu (10/5/2017) suaraindonesia-news.com – Untuk pertama kalinya usaha ternak ayam petelur secara besar dengan menggunakan teknologi membesarkan di ternakkan di Pulau Nias, tepatnya di Desa Olora, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli
Dengan bangga dan apresiasi, Walikota Gunungsitoli memuji keberanian investor ayam petelur tersebut yang ada di daerahnya.
“Saya sendiri cukup apresiasi keberanian investor ayam petelur di Desa Olora itu yang berani menggelontorkan uangnya 40 Miliar hanya untuk beternak ayam petelur, untuk itu kita dari Pemkot akan dukung kegiatan tersebut dan kita jadikan contoh kepada peternak yang lain,” tutur Walikota di sela sela konferensi pers beberapa hari lalu.
Lanjutnya, melalui peternak ayam petelur tersebut maka pemerintah nantinya punya dasar untuk meminta ke pemerintah pusat agar di Kota Gunungsitoli dapat diberikan laboratorium telur.
“Terkait dengan keresahan masyarakat karena polusi, pengusaha sudah berjanji kepada saya tidak ada polusi lagi,” jelas orang nomor satu di Kota Gunungsitoli itu.
