Wali Kota Probolinggo: Kelompok Tani Harus Jadi Pelopor Lumbung Pangan

oleh -118 views
Foto : Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin pada giat Pembinaan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Kota Probolinggo Tahun 2021, Jumat (8/10/2021).

PROBOLINGGO, Jumat (8/10/2021) suaraindonesia-news.com – Salah satu aspek penting dalam membangun ketahanan pangan adalah dengan ketersediaan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup. Cakupan ketahanan pangan meliputi kemampuan produksi dalam negeri, impor pangan dan pengelolaan cadangan pangan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin saat membuka giat Pembinaan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Kota Probolinggo Tahun 2021, Jumat (8/10), di Ruang Pertemuan kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP).

“Ini menjadi tantangan kita. Banyak lahan yang sudah mulai beralih fungsi. Bibit yang jos, pengetahuan dan wawasan ketahanan pangan antar daerah, bahkan keahlian dan keseriusan petani, menjadi fokus yang harus kita pikirkan bersama,” kata Habib Hadi, sapaan akrab wali kota Probolinggo ini.

Menurut Habib Hadi, persoalan pangan tidak semata menjadi domain tanggung jawab pemerintah saja. Namun perlu melibatkan dan memberdayakan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

“Kelompok-kelompok tani, harus jadi pelopor. Bukan penonton! Saya tahu betul itu, karena saya juga terjun langsung ke lapangan dan concern terhadap masalah ini. Bahkan jauh sebelum saya menjabat sebagai wali kota,” ungkapnya.

Wali kota sebutkan, di kota Probolinggo berdasarkan catatan data DPKPP, ada 12 lumbung pangan yang tersebar di 5 kecamatan. Menurutnya, mereka perlu mendapat pembinaan, agar kegiatan pelaksanaan tugas dan fungsi kelompok Lumbung Pangan Masyarakat dapat berjalan secara optimal dan sekaligus berperan dalam percepatan pembangunan.

“Terus berkoordinasi juga dengan rekan-rekan dari berbagai daerah terkait pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dan upaya dengan pihak perbankan, bagaimana langkah-langkah yang harus diambil. Sampaikan juga ada kendala apa yang biasa dihadapi, alat apa yang dibutuhkan sehingga pemerintah bisa menyiapkan. Masukan-masukan yang baik itu perlu,” ujar Habib Hadi.

Salah satu langkah atau upaya strategi pengembangan lumbung pangan itu, lanjutnya, bisa dengan kegiatan peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui pembinaan atau pelatihan, pengembangan cadangan pangan yang berkelanjutan, pengembangan usaha ekonomi produktif kelompok dan penguatan kelembagaan kelompok yang ada.

Sehingga pemerintah, dapat melanjutkan pembinaan terhadap kelompok Lumbung Pangan Masyarakat, agar mencapai suatu kemampuan kemandirian melalui pemeliharaan keberlanjutan cadangan pangan, menyediakan alokasi dana pendukung lainnya dan meningkatkan kemampuan pengurus dalam pengelolaan cadangan pangan dan kemitraan secara berkelanjutan.

Wali Kota berharap, kelompok tani dalam giat ini dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada pemerintah, sebagai bagian dari peran dan partisipasi dalam membangun Kota Probolinggo semakin lebih baik lagi di masa yang akan datang.

“Anda punya aspirasi apa, sampaikan. Yang penting kita bisa menjadi pelopor lumbung pangan. Jangan sebatas menjadi penonton saja,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala DPKPP Kota Probolinggo Aries Santoso menyampaikan, bahwa dalam pemenuhan aspek produksi dan kebutuhan pangan, selama ini pemerintah bekerjasama dengan Bulog, masyarakat dan pihak swasta.

“Ketahanan pangan yang diperoleh masyarakat atau rumah tangga, sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan atau mengatasi kerawanan pangan di tingkat rumah tangga,” kata Aries.

Adapun tujuan pembinaan LPM itu sendiri, kata Aries adalah untuk meningkatkan volume cadangan pangan kelompok untuk menjamin akses dan kecukupan pangan bagi anggotanya serta untuk meningkatkan modal kelompok melalui pengembangan usaha ekonomi produktif di bidang pangan.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan