PROBOLINGGO, Jumat (8/10/2021) suaraindonesia-news.com – Pegiat lingkungan kawasan laut Kota Probolinggo kompak ikuti kegiatan clean up dan penanaman ubi jalar di landasan kum-kum yang berlokasi di area Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Jumat (8/10) pagi.
Agenda yang dinahkodai oleh organisasi masyarakat Surya Citra Bahari (SCB) ini dihadiri Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jatim Habib Mahdi, Kepala Dispopar Budi Krisyanto, Kepala DLH Rachmadeta Antariksa Kalapas Probolinggo Risman Somantri, Kepala UPT PPP Mayangan Siswanto dan anggota SCB.
Ketua Ormas Surya Citra Bahari Sutanto menyampaikan latar belakang kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat hidup lebih bersih dan sehat.
“Motivasinya untuk clean up, untuk mengajak masyarakat hidup lebih bersih lagi, terus mengedukasi, serta edukasi penanaman ubi jalar dalam tempat yang tidak terlalu luas,” jelas Sutanto.
Terkait gerakan menanam ubi jalar, Sutanto menyampaikan varietas ubi jalar yang ditanam ini memiliki keunggulan rasa yang lebih enak dan juga telah sukses di ekspor ke luar negeri.
“Ini ubi jalar salah satu yang baru diekspor ke Taiwan bulan Juni kemarin di Muneng. Ubi jalar ini varietasnya juga cukup banyak rasanya juga enak, jadi biar lebih memasyarakat lah,” ungkap Sutanto yang juga penggagas usaha kerajinan anyaman plastik Sambrunang ini.
Sementara itu Salam Agus Rianto, selaku koordinator pembudidaya bibit ubi jalar dari Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Penelitian (IP2TP) Muneng, dihadapan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dan masyarakat, dia menyampaikan ada 2 varietas ubi jalar yang dipilih untuk ditanam di area landasan kum-kum Mayangan ini.
“Ini adalah varietasnya Antin 2, sama Beta 2 Pak Wali. Jadi Antin 2 ini warnanya umbinya merah keunguan, yang Beta 2 warnanya ungu kemerahan. Ubi ini memang mengandung antosianin tinggi,” kata Salam menjelaskan.
Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin pun menyambut baik agenda clean up pelabuhan Mayangan ini serta berpesan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan demi kenyamanan bersama.
“Ini terapi kum-kum sudah terkenal dimana-mana dan orang dari mana mana sudah datang semua kesini, maka itu kalau kita tidak menjaga kebersihan sehingga masyarakat tidak nyaman. Apabila sudah bersih dan nyaman pasti akan menjadi rujukan untuk terapi kesehatan, silaturahmi dan lain lainnya,” tutur Habib Hadi, sapaan akrab wali kota Probolinggo ini.
Wali kota juga membeberkan harapannya agar wisata Kum-Kum terapi kesehatan di PPP Mayangan ini nantinya bisa dikembangkan menjadi potensi wisata bahari yang lebih banyak lagi.
“Dan tentunya harapan saya bisa dikembangkan lagi karena apa, karena banyak potensi yang bisa kita kembangkan di wilayah sini,” ujar Habib Hadi.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga berkesempatan melakukan simulasi penanaman dan perawatan ubi jalar yang diprediksi akan panen dalam jangka waktu 3,5 bulan kedepan.
Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful












