Wali Kota Probolinggo: Dewan Keberatan Anggarannya Direfocusing

oleh -54 views
Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin.

PROBOLINGGO, Rabu (14/7/2021) suaraindonesia-news.com – DPRD Kota Probolinggo keberatan jika anggaran direfocusing untuk digunakan kegiatan kemanusiaan penanganan Covid-19. Hal ini disampaikan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin kepada sejumlah insan pers susai memantau kegiatan pembagian bansos Covid-19 di Kelurahan Mangunharjo, Rabu (14/7).

Wali kota sebutkan, dewan hanya memberikan anggaran perjalanan dinas nya sebesar 1 Milliar.

“Itu menurut saya kurang, dan saya juga kecewa. Karena apa?, karena anggaran perjalanan dinas dewan itu satu bulannya informasi yang saya terima adalah 1 Milliar,” ujarnya.

“Berarti kalau sampai bulan September kan dua bulan, berarti kan hanya 2 Milliar. Mestinya yang kita ambil kan 3,8 Milliar. Terus dari perjalanan sewa mobil dll itu 1,6 Milliar,” sambungnya.

Wali Kota katakan, mereka (Dewan) mencoba meminta kepada pemerintah, silahkan Refocusing kalau butuh anggaran.

“Namun nyatanya setelah saya minta gak taunya malah gak komitmen dengan apa yang diucapkan. Ini yang kita sayangkan,” ungkapnya.

Tapi kata walikota, tentunya perlu untuk me-Refocusing yang ada di pemerintah.

“Yang penting kita sudah mengundang, dari dewan menyampaikan kita menghargai, tapi hasilnya kurang menggembirakan,” lanjutnya.

“Karena situasi kondisi seperti ini kita harus mengedepankan sisi kemanusiaan. Saya menghargai dan mengundang, walaupun saya tidak mengundang mestinya bisa, tapi saya menghargai dan tetap mengundang tapi hasilnya yang disampaikan hanya 1 M dan itu sangat mengecewakan betul,” cetusnya.

Menurutnya, itu hitungan kalau mereka melakukan perjalanan dinas, tetapi sekarang adanya PPKM Darurat itu tidak boleh ada perjalanan dinas.

“Berarti efektifnya hanya satu bulan saja. Tapi oke lah kita hitung dua bulan saja,” ujarnya.

Dengan kekosongan ini, kata walikota, mereka tidak ada aktifitas.

“Daripada uang itu Silva nantinya tidak tersalurkan kita tarik, karena kita ada kebutuhan, yang pertama; untuk pembelian tabung oksigen supaya kita ada reserve. Terus kebutuhan pembelian alat-alat kesehatan, kita membuka ruang-ruang kamar baru lagi untuk penanganan covid membutuhkan alat ventilator dan lain-lainnya itu anggarannya cukup besar,” beber walikota.

Kalau untuk bansos sudah ada, sudah kita jalankan. Tetapi ada kebutuhan lainnya yang angkanya sangat besar dan ini harus kita siapkan untuk kesiapan sampai akhir tahun. Contoh; pos – pos yang ada, patroli itu kan dibutuhkan anggaran untuk makan minum dll. Ini yang paling penting, karena kita ini dalam situasi tuntutan untuk memperjuangkan kemanusiaan.

“Saya akan sampaikan nanti dan saya insya Allah tidak menyetujui kalau mereka hanya memberikan 1 M. Kita kasih kesempatan,” ujarnya.

Dikatakannya, kalau mereka melakukan perjalanan dinas normal kan bisa dua bulan, tapi sekarang kan gak ada perjalanan dinas. Itu berarti 5,8 M dan setiap bulannya 1M, informasi dari pertemuan itu, dari Sekwan yang menyampaikan.

“Berarti kalau hanya dua bulan kan 2 M, tapi nyatanya mereka hanya memberi 1M. Kalau dia pakai yang 2M berati sisanya ada 3,8M. Toh di RAPBD nanti juga akan kita bahas kembali,” tandas orang nomor satu di kota mangga ini.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *